Breaking News:

Berita Gayo Lues

Usut Kasus Dugaan Korupsi Karantina Hafiz di Galus, Polisi Periksa 20 Saksi, Ini Pagu Anggarannya

Berdasarkan informasi yang dikumpulkan, kegiatan karantina hafiz ini total pagu anggarannya sebesar Rp 12,5 miliar.

Penulis: Rasidan | Editor: Saifullah
For Serambinews.com
Kapolres Gayo Lues, AKBP Charlie Syahputra Bustamam. 

Laporan Rasidan | Gayo Lues

SERAMBINEWS.COM, BLANGKEJEREN - Polres Gayo Lues atau Galus menangani kasus dugaan korupsi kegiatan makan minum program karantina hafiz di kabupaten tersebut.

Program karantina penghafal Al-Quran itu anggarannya mencapai Rp 12,5 miliar lebih, yang bersumber dari APBK pada tahun 2019 lalu.

Berdasarkan informasi yang dikumpulkan Serambinews.com, kegiatan karantina hafiz ini total pagu anggarannya sebesar Rp 12,5 miliar.

Dari pagu anggaran itu, untuk kegiatan makan minum mencapai Rp 9 miliar lebih. Kegiatan inilah diduga terjadi penyimpangan dan mark-up serta korupsi secara berjamaah.  

Seperti diketahui, kegiatan karantina hafiz di Gayo Lues berlangsung pada 11 pondok pesantren yang tersebar di 8 kecamatan di kabupaten tersebut.

Baca juga: 8 Cara Sederhana Mengatasi Sakit Kepala Tanpa Obat, Simak Langkah Berikut

Baca juga: Iran Umumkan Korban Tewas Virus Corona Telah Capai 70.000 Orang Lebih

Baca juga: Sukses Raih Sepatu Emas di Piala Menpora 2021, Gelar Kedua untuk Assanur ‘Torres’ Rijal

Program karantina penghafal kitab suci Al-Quran ini diselenggarakan selama 90 hari atau tiga bulan.

Berdasarkan pengakuan sejumlah sumber Serambinews.com dari kalangan pimpinan pondok pesantren, selama kegiatan berlangsung para santri yang mengikuti karantina hafiz diberikan makan minum dan snack tiga kali sehari.

Selain itu, para santri peserta karantina hafiz juga diberikan uang saku sebesar Rp 25.000/hari yang ditransfer langsung ke rekening masing-masing santri.

Masih menurut keterangan pihak pondok pesantren, pagu anggaran untuk makan minum ternyata mencapai Rp 19.500 sekali makan.

Tetapi kenyataannya, realisasi di lapangan uang makan minum santri karantina hafiz hanya Rp 9.500/sekali makan perorang.

Baca juga: Teknologi Baru Militer Rusia Ciptakan Zona Mati, Drone Musuh dan Rudal Jelajah Tak Akan Lolos

Baca juga: Keluarga Ikhlaskan Kepergian Irfan Suri, Putra Asli Samalanga Jadi Korban Tenggelamnya KRI Nanggala

Baca juga: Arab Saudi Umumkan Kontes Tahfiz Penyandang Disabilitas

Kapolres Galus, AKBP Carlie Syahputra Bustamam, melalui Kasat Reskrim, Iptu Irwansyah kepada Serambinews.com, Senin (26/4/2021), membenarkan, tim penyidik dari Polres Galus telah menangani kasus dugaan korupsi kegiatan karantina hafiz yang diselenggarakan oleh Dinas Syariat Islam (DSI) setempat.

Kasat Reskrim mengatakan, dalam penanganan kasus dugaan korupsi berjamaah pada kegiatan makan minum karantina hafiz tersebut, tim penyidik sudah memeriksa dan memintai keterangan sebanyak 20 saksi.

"Kasus dugaan korupsi pada DSI Galus, hingga saat ini masih tahap penyidikan, bahkan dalam waktu dekat akan ditetapkan calon tersangkanya," tutup Kasat Reskrim.(*) 

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved