Breaking News:

Ramadhan 2021

Beli Baju Lebaran Tanpa Mencucinya dan Langsung Dipakai? Kenali Bahaya yang Mengintai Kulit

Setelah membeli baju yang diinginkan, apakah Anda mencucinya terlebih dahulu sebelum dikenakan? atau malah sebaliknya?

Penulis: Agus Ramadhan | Editor: Zaenal
SERAMBINEWS.COM
FOTO ilustrasi anak mencoba baju baru. 

SERAMBINEWS.COM – Rasanya tak lengkap jika hari raya Idul Fitri tahun ini tanpa mengenakan baju baru.

Biasanya, masyarakat akan tumpah ruah memenuhi pusat perbelanjaan untuk memburu baju baru yang akan dikenakan untuk lebaran.

Setelah membeli baju yang diinginkan, apakah Anda mencucinya terlebih dahulu sebelum dikenakan?

Sebagian orang berpendapat bahwa ‘tidak perlu’ mencuci baju atau pakaian yang baru saja dibeli.

Beberapa dari mereka beralasan bahwa baju baru tersebut masih bersih dan tidak bau.

Baca juga: Idul Fitri 1442 H, Pidie Mengajar Targetkan Belanja Baju Lebaran Bersama 100 Anak Yatim dan Duafa

Baca juga: Mulai Sore Ini Hingga Lebaran Ada Diskon Belanja Besar-besaran untuk Pengunjung Mall Plaza Aceh

Terutama ketika hari raya Idul Fitri dan Idul Adha kebanyakan dari kita enggan mencucinya dan langsung memakainya. 

RIBUAN jamaah mendengarkan khutbah seusai melaksanakan shalat Idul Fitri 1440 Hijriah di Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh, Rabu (5/6) pagi.
RIBUAN jamaah mendengarkan khutbah seusai melaksanakan shalat Idul Fitri 1440 Hijriah di Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh, Rabu (5/6) pagi. (FOTO HUMAS PEMERINTAH ACEH)

Padahal, baju yang baru saja kita beli tersebut tidak dijamin terbebas dari berbagai bakteri sumber penyakit.

Bahkan baju yang baru saja dikeluarkan dari plastik atau di mall sekalipun tidak menjamin itu.  

Apalagi dunia sedang dilanda pandemi covid-19, baju yang dipajang di pusat-pusat perbelanjaan tidak mejamin terbebas virus tersebut.

Di balik itu semua, ada tiga alasan mengapa baju baru harus dicuci terlebih dahulu sebelum digunakan.

Mengutip dari The Spruce, segeralah mencuci pakaian baru terutama pakaian yang langsung bersentuhan dengan kulit Anda.

Baca juga: Empat Titik Perbatasan Aceh dengan Sumatera Utara Akan Ditutup Jelang Lebaran, Ini Jadwalnya

Baca juga: Beli Baju Baru dan Langsung Pakai Tanpa Mencucinya? Tunggu Dulu, Ada Bahaya Lho

Berikut tiga alasan dan ancaman penyakit jika Anda tidak mencucinya.

1. Perpindahan Warna

Salah satu alasan untuk mencuci pakaian baru adalah untuk menghilangkan warna pakaian yang dapat berpindah ke kulit Anda atau pakaian lainnya.

Sebagian besar kain yang terbuat dari serat sintetis (poliester, akrilik) diwarnai dengan pewarna azo-anilin.

Pewarna ini dapat menyebabkan reaksi kulit yang parah bagi seseorang - terutama anak-anak- yang alergi terhadapnya.

Bahkan reaksi yang ditimbulkan seperti ruam,  dapat menyebabkan kulit kering dan gatal yang meradang.

2. Bakteri, Jamur, dan Serangga

Alasan kedua adalah pakaian baru dapat berisiko memindahkan sejumlah bakteri, jamur atau seranggan ke tubuh kita.

Baca juga: Viral Baju Lebaran Rusak Disetrika Suami, Wanita Mualaf Korea Selatan Ini Dapat Kejutan tak Terduga

Hal ini biasanya ketika kita mencoba memakai baju-baju di pusat perbelanjaan yang terpajang.

Hal ini dimungkinkan untuk memindahkan kutu, kudis, bakteri, dan jamur bahkan virus dari satu orang ke orang lain ketika mencoba pakaian itu.

Ilustrasi gatal akibat jamur
Ilustrasi gatal akibat jamur (Simarik)

Ditambah lagi ruang ganti bisa menjadi tempat paling berisiko berkembang biaknya segala macam virus dan bakteri.

Untuk itu, sebisa mungkin hindari penggunaan baju yang telah digunakan oleh satu orang ke orang lainnya, terutama di pusat perbelanjaan.

3. Iritan Kimia

Alasan ketiga, ini yang paling penting, pakaian baru harus dicuci untuk menghilangkan bahan kimia seperti Urea-formaldehyde.

Baca juga: Pusat Perbelanjaan Ramai dan Berdesakan, Petugas Bubarkan Kerumunan Warga yang Beli Baju Lebaran

Urea-formaldehyde biasanya digunakan oleh produsen pakaian untuk meningkatkan warna atau tekstur.

Sebenarnya, tidak semua orang akan terganggu dengan bahan kimia tersebut, tetapi jika Anda memiliki kulit sensitif, mungkin Anda akan mengalami ruam kulit.

Ruam-ruam kemerahan di kulit bisa langsung muncul di area yang tersentuh dengan bahan itu, terutama di area ketiak, kerah, lengan, pinggang dan paha.

Ilustrasi ruam kulit
Ilustrasi ruam kulit (James Heilman)

Bahan kimia Urea-formaldehyde kerap digunakan untuk mencegah jamur terbentuk pada pakaian yang harus dikirim jarak jauh.

Pakaian yang menggunakan bahan kimia itu berbau sangat tajam dan akan tetap tercium menyengat sampai pakaian benar-benar dicuci.

Sekali pencucian mungkin tidak akan menghilangkan semua formaldehyde tetapi Anda akan mengurangi resin secara signifikan, dan itu akan terus dihilangkan setiap kali pencucian. (Serambinews.com/Agus Ramadhan)

BERITA TERKAIT

IKUTI KAMI DI GOOGLE NEWS

Baca Juga Lainnya:

Baca juga: Aceh Barat Tetapkan Takaran Zakat Fitrah Rp 54 Ribu per Jiwa

Baca juga: Rivaatuzzakiya, Gadis 22 Tahun Asal Abdya Hilang di Banda Aceh Sebulan Lalu, Kirim Pesan ‘Tolong’

Baca juga: Fakta Reka Ulang Cucu Bunuh Nenek, Korban Didorong dari Lantai 2, Ditindih dan Dicekik hingga Tewas

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved