Jumat, 17 April 2026

Internasional

Presiden Komisi Uni Eropa Merasa Terluka, Sendirian Saat Bertemu Erdogan, Karena Dirinya Wanita

Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen mengatakan merasa terluka dan sendirian selama pertemuan dengan Presiden Turki di Ankara.

Editor: M Nur Pakar
AFP / TURKISH PRESIDENTIAL PRESS SERVICE
Tangkapan video ini diambil dari rekaman yang dirilis oleh Kepresidenan Turki pada 6 April 2021, menunjukkan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan (kanan) menerima Presiden Dewan Uni Eropa Charles Michel (tengah) dan Presiden Komisi Uni Eropa Ursula von der Leyen (kiri) tanpa kursi di Kompleks Kepresidenan di Ankara. 

“Saya sakit hati, dan sendirian sebagai wanita, dan sebagai orang Eropa," keluhnya.

"Karena ini bukan tentang pengaturan atau protokol tempat duduk," ungkapnya.

"Ini menjadi inti dari siapa kita yang sejalan dengan nilai-nilai yang dianut oleh serikat kami," urainya.

"JUga menunjukkan seberapa jauh kami masih harus melangkah sebelum perempuan diperlakukan sama, selalu dan di mana-mana, " harapnya.

Baca juga: Skandal Sofagate, Turki Abaikan Ketua Komisi Uni Eropa, Tanpa Kursi Dalam Pertemuan dengan Erdogan

Kesalahan protokol yang terlihat di istana kepresidenan Turki memicu keributan publik.

Turki bersikeras permintaan protokol UE sendiri telah diterapkan.

Tetapi kepala protokol Dewan Eropa mengatakan timnya tidak memiliki akses, selama pemeriksaan persiapan ke ruangan tempat insiden itu terjadi.

Michel meminta maaf atas insiden itu.

Dia mengatakan seharusnya menyerahkan kursinya tetapi dia khawatir akan memicu insiden diplomatik yang lebih luas, terutama mengingat buruknya hubungan antara Turki dan blok 27 negara itu.

Von der Leyen mengatakan untungnya kamera hadir pada pertemuan itu dan gambar-gambar itu menjadi berita utama di seluruh dunia.

Tetapi dia mengatakan banyak wanita tidak seberuntung itu, dan mencatat peningkatan kekerasan terhadap wanita dan anak-anak selama pandemi virus Corona.

Kepala cabang eksekutif UE, yang pidatonya dipuji oleh beberapa anggota parlemen, juga mengatakan selama pembicaraan dengan Erdogan, dia mengangkat keputusan Turki untuk meninggalkan Konvensi Istanbul.

Bertujuan untuk memerangi kekerasan terhadap perempuan.

"Pengunduran diri salah satu anggota pendiri Dewan Eropa adalah sinyal yang buruk," kata von der Leyen.

Tetapi dia juga mencatat beberapa negara anggota UE belum meratifikasi konvensi tersebut dan yang lain bahkan mempertimbangkan untuk mundur.

Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved