Rabu, 8 April 2026

Internasional

Presiden Komisi Uni Eropa Merasa Terluka, Sendirian Saat Bertemu Erdogan, Karena Dirinya Wanita

Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen mengatakan merasa terluka dan sendirian selama pertemuan dengan Presiden Turki di Ankara.

Editor: M Nur Pakar
AFP / TURKISH PRESIDENTIAL PRESS SERVICE
Tangkapan video ini diambil dari rekaman yang dirilis oleh Kepresidenan Turki pada 6 April 2021, menunjukkan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan (kanan) menerima Presiden Dewan Uni Eropa Charles Michel (tengah) dan Presiden Komisi Uni Eropa Ursula von der Leyen (kiri) tanpa kursi di Kompleks Kepresidenan di Ankara. 

SERAMBINEWS.COM, BRUSSELS - Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen mengatakan merasa terluka dan sendirian selama pertemuan dengan Presiden Turki di Ankara.

Dia mengaku diperlakukan dengan buruk hanya karena dia seorang wanita.

Von der Leyen dan Presiden Dewan Eropa Charles Michel bertemu dengan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan di Ankara untuk membicarakan ketegangan hubungan Uni Eropa-Turki awal bulan ini.

Dilansir AFP, Selasa (27/4/2021) hanya dua kursi yang diletakkan di depan bendera Uni Eropa dan Turki untuk ketiga pemimpin tersebut.

Michel mengambil kursi di sebelah Erdogan.

Baca juga: Prancis Tuduh Turki Sengaja Menghina Ketua Komisi Uni Eropa

Von der Leyen berdiri memandangi para pria yang duduk, mengekspresikan keheranannya dengan suara "ehm", dan tanda kekecewaan.

Dia kemudian terlihat duduk di sofa besar berwarna krem, jauh dari rekan prianya.

Dia memberi penjelasan:

“Saya wanita pertama yang menjadi presiden Komisi Eropa."

"Saya adalah presiden Komisi Eropa, dan perlakuan seperti inilah yang saya temukan ketika mengunjungi Turki dua minggu lalu."

"Seperti presiden komisi, tapi saya tidak,” kata von der Leyen kepada anggota parlemen Uni Eropa.

“Saya tidak dapat menemukan pembenaran, bagaimana saya diperlakukan dalam perjanjian Eropa," tambahnya.

"Jadi, saya harus menyimpulkan itu terjadi karena saya perempuan, ”ujarnya.

“Apakah ini akan terjadi jika saya mengenakan jas, dan dasi?” tanyanya.

Von der Leyen, yang tidak secara terbuka menyalahkan Erdogan atau Michel atas insiden tersebut, mengatakan dia melihat tidak ada kekurangan kursi dalam pertemuan serupa di masa lalu.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved