Internasional
Presiden Komisi Uni Eropa Merasa Terluka, Sendirian Saat Bertemu Erdogan, Karena Dirinya Wanita
Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen mengatakan merasa terluka dan sendirian selama pertemuan dengan Presiden Turki di Ankara.
"Ini tidak bisa di terima, karena seluruh jenis kekerasan terhadap perempuan dan anak adalah kejahatan," ujarnya.
"Kita harus menyebutnya kejahatan dan harus dihukum seperti itu, ”katanya.
Baca juga: Arab Saudi dan Bahrain Perkuat Kerjasama, Targetkan Kurangi Campur Tangan Iran dan Turki di Teluk
Von der Leyen mengatakan dia ingin Uni Eropa sendiri untuk bergabung dengan konvensi tersebut,.
Tetapi langkah tersebut diblokir oleh beberapa negara anggota.
Dia mengatakan pada akhir tahun, Komisi Eropa akan mengajukan undang-undang alternatif untuk mencegah dan memerangi kekerasan terhadap wanita dan anak-anak, baik offline maupun online.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/pertemuan-presiden-turki-dan-uni-eropa.jpg)