Berita Aceh Jaya
Ibu Hamil dan Anak Stunting di Aceh Jaya Dapat Bantuan BMA, Terima Rp 500 Ribu Perbulan
Pada tahap pertama ini, BMA telah menyalurkan bantuan kepada 20 mustahik yaitu 19 ibu hamil dan 1 anak stunting di Kabupaten Aceh Jaya.
Penulis: Riski Bintang | Editor: Saifullah
Laporan Riski Bintang | Aceh Jaya
SERAMBINEWS.COM, CALANG - Baitul Mal Aceh atau BMA mulai menyalurkan bantuan kepada ibu hamil dan anak stunting dari keluarga miskin untuk penanggulangan stunting tahun 2021.
Pada tahap pertama ini, BMA telah menyalurkan bantuan kepada 20 mustahik yaitu 19 ibu hamil dan 1 anak stunting di Kabupaten Aceh Jaya.
Bantuan bersumber dari dana zakat, infaq, sadaqah itu ditransfer langsung ke rekening masing-masing mustahik.
Para penerima bantuan tersebar di beberapa kecamatan, seperti di Kecamatan Jaya sebanyak 7 orang.
Kemudian, di Kecamatan Indra Jaya 3 orang, Kecamatan Krueng Sabee 4 orang, dan Kecamatan Setia Bakti 6 orang.
Baca juga: Peringatan Hari Buruh di Aceh akan Dilaksanakan dengan Peserta Terbatas
Baca juga: Sedang Jadi Perbincangan, Ini Sosok Lily Sofia yang Check In Hotel Diduga Bersama Munarman
Baca juga: Polisi Rampungkan Berkas Kasus Chip Domino di Nagan Raya, Dua Tersangka Masih Ditahan
Kepala Sekretariat BMA, Rahmad Raden, Kamis (29/4/2021), mengatakan, untuk program penanggulangan stunting tersebut, BMA mengalokasikan anggaran kepada 50 mustahik yang terdiri dari ibu hamil dan anak stunting dari keluarga miskin.
Mereka akan mendapatkan bantuan sebesar Rp 500 ribu per bulan selama hamil hingga usia bayi 2 tahun yang disesuaikan dengan syarat dan ketentuan yang berlaku.
“Untuk tahap pertama ini, yang sudah dibantu adalah periode Januari-April 2021, kepada 20 orang di Kabupaten Aceh Aceh Jaya dengan total bantuan mencapai Rp 40 juta,” urainya.
“Sedangkan untuk tahap kedua sebanyak 30 orang, saat ini masih dalam proses,” tukas Rahmad Raden.
Ia menambahkan, program tersebut merupakan pilot project dan perdana di tahun 2021, dengan tujuan untuk mengurangi risiko stunting pada anak-anak Aceh dari keluarga miskin.
Baca juga: Banda Aceh Loloskan 21 Perwakilan ke Program Sekolah Penggerak, Ini Manfaat untuk Daerah dan Sekolah
Baca juga: Kirim Surat Terbuka, Tersangka Beberkan Alira Dana Korupsi Program Karantina Hafiz di Galus
Baca juga: ACT Distribusikan Paket Pangan ke Palestina, di Wilayah Pembangunan Sumur Wakaf Ureung Aceh
Selain itu, program ini memberikan akses pangan bergizi untuk bayi sejak dalam kandungan hingga usia 2 tahun.
Rahmad Raden menjelaskan, sebelumnya para penerima bantuan ini juga sudah dilakukan verifikasi faktual oleh tim BMA yang didampingi BMK Aceh Jaya, Bappeda Aceh Jaya, UNICEF dan bidan puskesmas.
Adapun sasaran dari program tersebut adalah ibu hamil dari keluarga miskin dan bayi di bawah 2 tahun, yang juga dari keluarga miskin.
“Dengan program tersebut diharapkan akan tersedia kebutuhan pangan bergizi bagi ibu hamil dari keluarga miskin,” ucapnya.
Baca juga: Banda Aceh akan Gelar Pasar Murah, Paket Sembako Rp 170.000 Dijual Rp 120 Ribu, Ini Isi & Syaratnya
Baca juga: Profil dan Harta Kekayaan Indriyanto Seno Adji, Anggota Dewas KPK yang Baru Dilantik Jokowi
Baca juga: Pembahasan Cawagub Aceh Mati Suri, Partai Pengusung Mulai Pesimis
“Juga akan terpenuhinya kebutuhan pangan bergizi bagi bayi sejak dalam kandungan hingga usia 2 tahun sehingga suatu saat Aceh akan terbebas dari stunting,” pungkas Rahmad Raden.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/rahmad-raden-kepala-sekretariat-baitul-mal-aceh.jpg)