Breaking News:

Berita Gayo Lues

Kirim Surat Terbuka, Tersangka Beberkan Aliran Dana Korupsi Program Karantina Hafiz di Galus

Dalam surat terbuka itu ditulis dan diterangkan oleh tersangka Apuk mengenai aliran dana sebesar Rp 2 miliar yang diserahkan kepada dua orang.

Penulis: Rasidan | Editor: Saifullah
For Serambinews.com
Kapolres Gayo Lues, AKBP Carlie Syahputra Bustamam. 

Laporan Rasidan | Gayo Lues 

SERAMBINEWS.COM, BLANGKEJEREN - Sebuah surat terbuka dari salah satu tersangka kasus korupsi karantina hafiz yang telah ditahan di sel tahanan Mapolres Gayo Lues atau Galus beredar luas di media sosial dan Group WhatsApp.

Surat terbuka itu dibuat oleh tersangka Sahrul Huda alias Apuk dan ditandatangani di atas materi 6000.

Surat yang turut mencantumkan tembusan kepada Kapolri RI, Kabid Propam RI, dan KPK RI, serta dibuat di Blangkejeren pada 22 April lalu itu, kini beredar luas di masyarakat.

Dalam surat terbuka itu ditulis dan diterangkan oleh tersangka Apuk mengenai aliran dana sebesar Rp 2 miliar yang diserahkan kepada dua orang.

Yakni kepada bendahara sebesar Rp 1,8 miliar, dan Pokja Rp 200 juta, dari anggaran kegiatan karantina hafiz dengan total pagu anggaran sebesar Rp 12,5 miliar secara keseluruhannya.

Baca juga: Banda Aceh akan Gelar Pasar Murah, Paket Sembako Rp 170.000 Dijual Rp 120 Ribu, Ini Isi & Syaratnya

Baca juga: Profil dan Harta Kekayaan Indriyanto Seno Adji, Anggota Dewas KPK yang Baru Dilantik Jokowi

Baca juga: Pembahasan Cawagub Aceh Mati Suri, Partai Pengusung Mulai Pesimis

Sedangkan untuk kegiatan karantina diplotkan untuk makan minum dan snack panitia sebanyak 45 orang, narasumber 40 orang, serta peserta dari kalangan santri dan santriwati 1.000 orang perwakilan 11 pondok pesantren  yang tersebar di 8 kecamatan di Gayo Lues.

Kegiatan itu berlangsung selama 90 hari atau tiga bulan, dan pagu anggaran untuk kegiatan makan dan minum sebesar Rp 9 miliar lebih dari total pagu anggaran Rp 12,5 miliar.

Dalam kegiatan itu terjadi penyimpanan dan korupsi berjamaah, sehingga terjadi kerugian keuangan negara berdasarkan hasil audit BPKP RI perwakilan Aceh sebesar Rp 3.763.790.368.

Kapolres Galus, AKBP Carlie Syahputra Bustamam kepada Serambinews.com, Kamis (29/4/2021), mengatakan, penyidik masih mendalami terkait dengan surat terbuka yang beredar luas dari salah satu tersangka kasus korupsi tersebut.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved