Breaking News:

Serambi Spiritual

Bulan Ramadhan Senjata Ampuh Berdoa Kepada Allah SWT, Simak Ulasan Dr Mizaj di Serambi Spritual

Pada bulan Ramadhan, doa-doa akan mudah dikabulkan Allah SWT, jika mengetahui waktu-waktu yang mustajab.

Penulis: Firdha Ustin | Editor: Zaenal
SERAMBINEWS.COM
Ust Dr Mizaj Iskandar mengisi tausiyah pada program Serambi Spritual, Kamis (29/4/2021) dengan tema "Ramadhan Bulan Makbulnya doa", program ini kerjasama antara Serambi FM dengan Kaukus Wartawan Peduli Syariat Islam (KWPSI) 

Selain pada malam Lailatul Qadar, ada beberapa waktu yang mustajab dikabulkan doa, yakni pada 1/3 malam (sepertiga malam). Atau ketika melaksanakan shalat, mustajab dikabulkan doa pada saat melakukan sujud.

"Potensi doa mudah dikabulkan, seperti pada sepertiga malam misalnya, yakni pada saat melakukan shalat tahajud.

Dalam shalat, ketika bersujud merupakan waktu paling mustajab untuk memperbanyak doa, karena dalam posisi shalat, yang paling dekat dengan Allah SWT yakni pada posisi bersujud," kata Ust Mizaj.

Baca juga: 7 Keutamaan Membaca Alquran di Bulan Ramadhan, Simak Tips Khatam dalam Waktu 1 Bulan

Baca juga: Malam Lailatul Qadar, Kapan? Simak Ciri-ciri Malam Lailatul Qadar di Bulan Puasa Ramadhan

Tiga Keberkahan Ramadhan

Pada bulan puasa, terbagi menjadi tiga waktu, yakni pada permulaan, pertengahan dan pengakhiran.

Yang paling utama pada 10 hari terakhir Ramadhan, sebagaimana hadist-hadist dan referensi lainnya menyebut Lailatul Qadar ada pada 10 malam akhir Ramadhan.

"Awal Rahmat, tengah pengampunan dan akhirnya pembebasan dari belenggu api neraka, adanya penekanan untuk memprioritaskan ibadah di akhir Ramadhan, karena terdapat malam Lailatul Qadar.

Kita tidak tahu pada malam keberapa hadist Lailatul Qadar, maka sangat dianjurkan untuk mencari Lailatul Qadar pada 10 terakhir Ramadhan," tambah dosen UIN Ar-Raniry ini.

Bercermin dari yang dilakukan Nabi Muhammad SAW, ketika 10 akhir Ramadhan memprioritaskan ibadah daripada aktivitas lainnya.

Rasulullah melakukan itikaf pada 10 akhir Ramadhan dan mengurangi makan.

"Rasul pada 10 akhir Ramadhan memfokuskan diri untuk melakukan ibadah dan menjauh dari sifat keduniaan," sebutnya.

Ust Mizaj juga membagikan pengalamannya ketika berada di Arab, sebutnya berbeda jauh dengan Indonesia, masjid penuh pada pertama Ramadhan namun pada penghujung masjid menjadi sepi.

Lain halnya dengan negara-negara di Arab, pada 10 akhir Ramadhan penuh dengan jamaah, bahkan banyak yang membawa keluarga ikut serta melakukan itikaf di masjid.

"Di negara Arab, pada 10 akhir masjid-masjid dipenuhi jamaah. Ramadhan sangat spesial dalam Islam sampai Rasulullah SAW mengatakan lebih baik orang mendapatkan Ramadhan sekali lagi daripada mati syahid fi sabilillah," tutupnya. 

Baca juga: Malam Lailatul Qadar, Kapan? Simak Ciri-ciri Malam Lailatul Qadar di Bulan Puasa Ramadhan

Halaman
123
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved