Breaking News:

Kupi Beungoh

Irwandi Yusuf dan Misteri Surat dari Aceh

Saya prihatin, sekaligus merasa kurang senang karena “dosa apalagi” yang hendak ditimpakan kepada mantan Gubernur Aceh itu.

DOK SERAMBI INDONESIA
IRWANDI Yusuf saat berkampanye di lapangan bolakaki kecamatan Trienggadeng, Pidie Jaya, pada Pilkada 2017. 

Oleh: Ahmad Humam Hamid*)

PADA minggu pertama Ramadhan 1442 H tahun ini, saya melawat ke Bandung dalam rangka mengunjungi anak saya yang tinggal di sana.

Sebelum keberangkatan saya ke sana, di Aceh saya menghubungi beberapa teman dekat, yang juga kebetulan sering berkomunikasi dengan warga di Bandung yang kadang mengunjungi Irwandi di LP Sukamiskin.

Saya memberitahu kepada teman di Banda Aceh untuk memberitahu kepada teman yang kadang berkunjung ke Irwandi untuk memberitahu maksud saya kepada Irwandi.

Setiba saya di Jakarta, teman di Bandung memberitahu kan saya, bahwa Irwandi senang dan bersedia menerima saya di LP Sukamiskin dan akan meminta izin kepada otoritas penjara untuk mengizinkannnya.

Tanggal 15 April pagi, ketika saya tiba di Bandung dengan KA Parahyangan, saya langsung menuju ke LP Sukamiskin, karena teman yang sudah membezuk Irwandi beberapa hari sebelumnya sudah menyatakan tanggal 15 April, jam 11 pagi.

Tiba-tiba begitu saya melewati pintu gerbang LP Sukamiskin, saya ditelpon oleh teman yang di Bandung itu, bahwa Irwandi tidak diperkenankan lagi menerima tamu, karena telah melakukan  hal-hal yang melanggar ketentuan penjara.

Saya prihatin, sekaligus merasa kurang senang karena “dosa apalagi” yang hendak ditimpakan kepada mantan Gubernur Aceh itu.

Setelah buka puasa dan tarawih, saya mencari tahu dengan mengajak bertemu satu dua teman Irwandi di Bandung.

Dari situlah kemudian saya tahu, kenapa saya, dan juga mungkin beberapa pengunjung lain yang hendak mengunjungi Irwandi tidak diperkenankan oleh otoritas penjara untuk ditemui.

Halaman
123
Editor: Zaenal
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved