Sabtu, 2 Mei 2026

Internasional

Prancis Larang Pejabat Lebanon Masuk Paris, Terlibat Korupsi dan Hambat Pemerintahan Baru

Pemerintah Prancis membatasi pejabat Lebanon yang dicurigai melakukan korupsi atau menghalangi pembentukan pemerintahan baru memasuki negara itu.

Tayang:
Editor: M Nur Pakar
AFP/ANWAR AMRO
Wanita Lebanon memegang plakat saat mereka memprotes kelumpuhan politik dan krisis ekonomi yang parah di Beirut pada peringatan Hari Ibu, Sabtu (20/3/2021). 

Kemudian, mantan Perdana Menteri Saad Hariri ditugaskan untuk membentuk pemerintahan baru.

Hariri belum dapat membentuk Kabinet di tengah ketidaksepakatan yang mendalam.

Antara dia dan Presiden Michel Aoun, yang tidak memiliki jalur hukum untuk memecatnya.

Tahun lalu, Presiden Prancis Emmanuel Macron mengusulkan peta jalan untuk memecahkan kebuntuan politik di bekas protektorat Prancis itu.

Macron telah mendesak politisi Lebanon untuk membentuk Kabinet yang terdiri dari para spesialis non-partisan.

Baca juga: Lebanon Gagalkan Penyelundupan Puluhan Migran Asal Suriah ke Siprus

Sehingga, dapat bekerja pada reformasi mendesak untuk mengeluarkan Lebanon dari krisis keuangan.

Diperburuk oleh ledakan 4 Agustus 2020 yang menghancurkan sebagian besar kota Beirut.

Upaya itu tidak membawa hasil karena para politisi Lebanon terus bertengkar tentang bentuk dan ukuran Kabinet baru dan siapa yang memilih menteri.(*)

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved