Internasional
Prancis Larang Pejabat Lebanon Masuk Paris, Terlibat Korupsi dan Hambat Pemerintahan Baru
Pemerintah Prancis membatasi pejabat Lebanon yang dicurigai melakukan korupsi atau menghalangi pembentukan pemerintahan baru memasuki negara itu.
Kemudian, mantan Perdana Menteri Saad Hariri ditugaskan untuk membentuk pemerintahan baru.
Hariri belum dapat membentuk Kabinet di tengah ketidaksepakatan yang mendalam.
Antara dia dan Presiden Michel Aoun, yang tidak memiliki jalur hukum untuk memecatnya.
Tahun lalu, Presiden Prancis Emmanuel Macron mengusulkan peta jalan untuk memecahkan kebuntuan politik di bekas protektorat Prancis itu.
Macron telah mendesak politisi Lebanon untuk membentuk Kabinet yang terdiri dari para spesialis non-partisan.
Baca juga: Lebanon Gagalkan Penyelundupan Puluhan Migran Asal Suriah ke Siprus
Sehingga, dapat bekerja pada reformasi mendesak untuk mengeluarkan Lebanon dari krisis keuangan.
Diperburuk oleh ledakan 4 Agustus 2020 yang menghancurkan sebagian besar kota Beirut.
Upaya itu tidak membawa hasil karena para politisi Lebanon terus bertengkar tentang bentuk dan ukuran Kabinet baru dan siapa yang memilih menteri.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/para-wanita-lebanon-demonstrasi.jpg)