Breaking News:

Internasional

Al-Qaeda Bersumpah Perang Melawan AS, Akan Jadikan Kembali Afghanistan Sebagai Markas

Kelompok Al-Qaeda berumpah untuk berperang di semua lini melawan Amerika Serikat, jika tidak mundur dari seluruh dunia Muslim.

()
Pemimpin Al-Qaeda, Ayman Zawahiri 

SERAMBINEWS.COM, LONDON - Kelompok Al-Qaeda berumpah untuk berperang di semua lini melawan Amerika Serikat, jika tidak mundur dari seluruh dunia Muslim.

Hal itu disampaikan pemimpin Al-Qaeda, Ayman Zawahiri, hanya beberapa hari menjelang peringatan 10 tahun pembunuhan Osama bin Laden,

Dilansir CNN pada Jumat (30/4/2021), dia mengatakan berencana kembali ke Afghanistan ketika AS menarik diri..

Al-Qaeda menegaskan Amerika Serikat telah dikalahkan di Afghanistan.

Kelompok yang dipimpin Ayman Zawahiri, sebagian besar telah dikalahkan oleh SIS dalam beberapa tahun terakhir ini.

Baca juga: AS Tuduh Iran Miliki Hubungan dengan Al-Qaeda

Kehadiran pasukan AS di Timur Tengah telah menjadi perhatian oleh kelompok Al-Qaeda, ISIS dan Hizbullah.

Sebelumnya pada April 2021, Presiden AS Joe Biden mengumumkan akan menarik pasukan dari Afghanistan, yang secara efektif mengakhiri perang terlama Amerika.

“Bin Laden sudah mati dan Al-Qaeda terdegradasi di Afghanistan dam inilah saatnya mengakhiri perang selamanya,” katanya.

Baca juga: Selamat datang di Bekas Surga Al-Qaeda Yaman Bangun Pantai Pariwisata, Walau Masih Berperang

Sebagai bagian dari penarikan itu, Taliban dan AS telah sepakat dalam pembicaraan bahwa kelompok itu akan memutuskan hubungan dengan Al-Qaeda.

Sementara kehadiran fisik langsungnya telah menurun sejak kematian Bin Laden pada 2 Mei 2011.

Zawahiri telah mengawasi diversifikasi perannya dalam jihadisme global.

Baca juga: Agen Israel Tembak Mati Orang Kedua Al-Qaeda di Iran, Ini Kisah HIdup Pemimpin Jaringan Teroris Itu

“Di bawah pengawasan Zawahiri, Al-Qaeda telah menjadi semakin terdesentralisasi, dengan otoritas terutama berada di tangan para pemimpin afiliasi Al-Qaeda,” lapor Proyek Kontra Ekstremisme (CEP).

AS telah menawarkan hadiah 25 juta dolar AS untuk Zawahiri, baik hidup maupun mati.

Dia telah dimasukkan dalam daftar teroris yang paling dicari AS.(*)

Editor: M Nur Pakar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved