Breaking News:

Terungkap Sosok Bu Wati yang Viral karena Sebar Isu Babi Ngepet, Ternyata Buka Praktik Ini di Rumah

Kasus yang terjadi di Depok, Jawa Barat ini membuat Ibu Wati diusir warga di rumah kontrakannya itu dan ia juga harus meminta maaf.

Editor: Mursal Ismail
Tribunnews.com
Usai Viral karena Tuduh Tetangganya Kaya Lantaran Pelihara Babi Ngepet, Ibu Wati Diusir Minta Maaf 

Kasus yang terjadi di Depok, Jawa Barat ini membuat Ibu Wati diusir warga di rumah kontrakannya itu dan ia juga harus meminta maaf. 

SERAMBINEWS.COM - Dalam beberapa hari ini, nama Ibu Wati mendadak viral karena kelakuannya yang menyebar berita hoaks tentang tetangganya soal babi ngepet

Kasus yang terjadi di Depok, Jawa Barat ini membuat Ibu Wati diusir warga di rumah kontrakannya itu dan ia juga harus meminta maaf. 

Ternyata,  Ibu Wati membuka praktik pengobatan alternatif di rumah kontrakannya.

Hal ini disampaikan Ketua RW 10 Kampung Baru, Syarif Nurzaman.

"Walaupun dia warga saya, tapi saya tidak bisa pantau satu per satu, kan. Setahu saya dia pasang plang pengobatan alternatif, katakanlah paranormal," ujar Syarif Nurzaman mengutip TribunJakarta.

Ucapan Syarif terbukti dengan sebuah plang di depan gang kontrakan Bu Wati yang bertuliskan "pengobatan alternatif dll, Maryanti/Wati"

Walaupun membuka praktik pengobatan alternatif, Syarif mengatakan, belum ada satu pun warganya yang berobat ke  Ibu Wati.

"Warga kampung sini sih belum ada yang berobat ke dia," bebernya.

Secara pribadi, Syarif menilai,  Ibu Wati adalah sosok yang ingin 'menunjukkan' dirinya agar lebih terkenal.

" Ibu Wati itu sebetulnya kalau buat pribadi saya, dia hanya orang yang ingin menunjukan dirinya, paranormal lah.

Ibu Wati membawa nama Kampung Baru ketika menuduh  babi ngepet, orang Kampung Baru merasa tercemarkan,"

"Dia cuma mau populer doang bahwa dia paranormal, ekspresi Ibu Wati yang kesannya tidak berdosa, tidak bersalah, itu malah memancing warga lebih gregetan lah gitu," ucap Syarif Nurzaman.

Saking gregetnya, warga langsung mendatangi rumah Syarif meminta izin menggeruduk kediaman Wati. 

Baca juga: Modus Jual Minyak Goreng, Dua Tersangka Lagi Asal Lampung Ditangkap Polres Nagan Raya

Baca juga: Sering Dibully Netizen, Istri Aldi Taher Deg-degan Hingga Khawatir Suaminya Kena Kanker Lagi

Baca juga: Cewek Sedang Sakaratul Maut Dibiarkan hingga Tewas Usai Mabuk Bareng, Temannya Buang Jasad ke Kebun

Diusir dan meminta maaf

Seperti diberitakan Serambinews.com kemarin, baru-baru ini viral cerita soal babi ngepet. 

Cerita soal babi ngepet yang ternyata hoaks ini berawal dari Depok, Jawa Barat hingga merambah ke daerah lain.

Buktinya setelah munculnya isu babi ngepet di Depok, kini isu serupa juga menggemparkan Kabupaten Bogor Jawa Barat.

Adalah Ibu Wati yang videonya viral menuduh tetangganya kaya karena pelihara babi ngepet.

Nah, kini keseharian Ibu Wati pun terungkap.

Kini setelah videonya viral, Ibu Wati diusir dari kontrakannya di Kampung Baru, Desa Ragajaya, Kecamatan Bojonggede, Kabupaten Bogor.

Warga setempat, Kajor menjelaskan pengusiran terhadap Ibu Wati dilakukan berdasarkan hasil musyawarah lingkungan.

Hasilnya, warga meminta Ibu Wati angkat kaki dari rumahnya yang berlokasi di RT 2/10 tersebut.

"Dari musyawarah lingkungan itu, warga meminta Ibu Wati pergi dari kampung sini, cuma itu saja," ucap warga setempat, Kajor dikutip dari TribunnewsBogor, Jumat (30/4/2021).

Ibu Wati diusir karena warga sakit hati dengan apa yang dilontarkannya soal tuduhan babi ngepet.

Selain itu, warga merasa Ibu Wati telah mencemari nama baik Kampung Baru karena ucapannya.

"Karena isu yang berkembang itu kan yang menjadi babi adalah warga Kampung Baru. Jadi warga Kampung Baru tersinggung dan marah," kata Kajor.

Alhasil, Ibu Wati yang sudah setahun ngontrak di alamat tersebut terpaksa angkat kaki dan kini tinggal bersama mertuanya.

"Pergi dari rumah sekitar pukul 16.00 WIB. Sudah tidak ada di sini, karena ini permintaan warga, jadi dia pergi ikut suaminya. 

Tinggal di rumah mertua di daerah Desa Naggerang," paparnya.

Meski begitu, Kajor menyebut salah satu tetangganya tersebut merupakan orang yang baik.

"Dia tinggal di sini sudah hampir dua tahun, sebenarnya dia baik," kata Kajor.

Kata Ketua RW

Sementara itu, Ketua RW 10 Kampung Baru, Desa Ragajaya, Kecamatan Bojonggede, Kabupaten Bogor, Syarif Nurzaman menilai kasus yang menimpa warganya adalah sensasi.

Kalau pribadi saya ya, ibu Wati ini memang ingin terkenal. Jadi memang sengaja dibuat sama dia seperti itu," ujarnya, Jumat (30/4/2021).

Lebih lanjut, Syarif mengatakan bahwa keseharian Wati membuka pengobatan tradisional di rumahnya.

"Kesehariannya itu dia membuka pengobatan tradisional, mungkin karena pengen terkenal dia ini paranormal, makanya dia melakukan seperti itu," jelasnya.

Sementara itu, mengenai warga berbondong-bondong menyatroni rumah Wati, Syarif menegaskan bahwa hal tersebut dapat diredam dengan koordinasi dan komunikasi yang baik.

"Kalau upaya dari masyarakat sekitar, saya selaku Ketua RW 10 berusaha untuk melerai warga yang membludak itu. Alhamdulillah saya dibantu ketua RW 9, agar warganya tidak membeludak datang ke sini," bebernya.

Gembar-gembor tuduh tetangga

"Saya udah lewat rumahnya, udah saya lempar jimat biar ketahuan. Dia ini rumahnya dekat sama teman saya. Jadi teman saya yang ngelaporin ke saya, sebelum kejadian ini," kata Wati di video yang viral.

Ibu Wati sempat mengunggah video klarifikasi setelah video pertamanya viral.

Ia mengaku tak terima karena disebut fitnah.

"Buat semuanya yang ada di grup manapun. Saya cuma mau bilang, tuduhan dan ucapan kalian di bulan suci Ramadhan ini, buat saya terima kasih banyak," tegas Ibu Wati di akun mintulgemintul.

Tak hanya itu, Ibu Wati juga menegaskan bahwa dirinya tidak ada sangkut pautnya dengan babi ngepet yang ada di Depok.

"Saya mau tegasin, kalau saya tidak ada sangkut pautnya sama sekali dengan yang namanya bagong atau babi ngepet yang ada di kampung Bedahan.

Jadi bukan saya, keluarga saya apalagi suami saya, yang bersangkut paut dengan bagong itu," tegasnya.

Bahkan Ibu Wati tak segan akan melaporkan netizen yang menyebutnya telah memfitnah, itu ke kantor polisi.

"Ucapan dan kata-kata itu bisa mencemarkan nama baik saya. Dan saya bisa melaporkannya," tegasnya.

Namun tak lama kemudian, Ibu Wati langsung meminta maaf.

Sambil ditemani Ketua RW setempat, Ibu Wati menyampaikan permintaan maafnya jika telah menyakiti hati tetangganya.

"Assalaimualaikum, saya Syarif dari RW 10 Ragajaya dan didampingi senior saya dalam hal ini saya mendampingi warga saya yang bernama Ibu Wati, yang akan mengklarifikasi videonya terkait video tentang babi ngepet tadi, mari sama-sama kita dengarkan dari Ibu Wati," kata Ketua RW dikutip dari IG Lambe_Turah, Kamis (29/4/2021).

"Assalamualaikum wr wb, buat warga Kampung Baru Ragajaya, pokoknya buat semua warga Kampung Baru yang saya tidak sebutkan satu per satu karena saya tidak apal," kata Ibu Wati.

"Saya di sini hanya merantau dan ngontrak, saya mau minta maaf atas video tadi yang saya ucapkan, seribu minta maaf dari ujung kaki sampai ujung kepala saya bener-bener minta maaf,"

"Sekali lagi saya minta maaf, itu adalah kesalahan dari air ludah saya atau lidah saya, saya mohon maaf sebesar-besarnya kalau memang ini menyakitkan warga Kampung Baru atau Ragajaya ya, saya terima kasih dan meminta maaf," sambung Ibu Wati. (*)

Sebagian artikel ini telah tayang di TribunPontianak.co.id dengan judul Kasus Bu Wati yang Viral Karena Isu Babi Ngepet Depok, Siapa Bu Wati yang Viral ? Apa Pekerjaannya?

BERITA LAIT TERKAIT BABI NGEPET

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved