Kupi Beungoh
Catatan Kultum: Perubahan Iklim dan Hilangnya Aroma Kopi
Dalam profil yang tertera pada laman web departemen, beliau tercatat sebagai peraih hadiah Nobel perdamaian tahun 2007.
Oleh : Yopi Ilhamsyah*)
DALAM sebuah kultum selepas Sahur dan Subuh bertajuk Teropong Cercah Kauniyah (TerCerahKan) yang diselenggarakan daring oleh FMIPA, IPB University, hadir seorang narasumber yang membahas perubahan iklim dari aspek spiritual dan saintifik.
Kultum TerCerahKan kali itu mengambil tema “Perubahan Iklim.”
Narasumber tersebut adalah Prof. Rizaldi Boer.
Beliau berkhidmat pada Departemen Geofisika dan Meteorologi IPB dan Guru Besar dalam bidang Klimatologi berfokus pada manajemen resiko iklim, adaptasi dan mitigasi perubahan iklim.
Dalam profil yang tertera pada laman web departemen, beliau tercatat sebagai peraih hadiah Nobel perdamaian tahun 2007.
Kontribusi riset-riset perubahan iklim beliau di Indonesia menjadi rujukan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan untuk dilaporkan ke UNFCCC (Lembaga PBB yang menangani perubahan iklim).
Saya merangkum beberapa catatan yang disampaikan dalam kuliah Subuh beliau.
Prof. Boer mengutip beberapa ayat Alquran sebagai pedoman dan perhatian bagi kita dalam menyikapi fenomena alam untuk kita pelajari dan mengelolanya dengan baik guna kelangsungan hidup anak cucu kita.
Ayat-ayat Alquran tersebut adalah:
A’udzubillahhiminasysyaitannirajim
Q.S. AL-BAQARAH 2: 164
Artinya: “Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, silih bergantinya malam dan siang, bahtera yang berlayar di laut membawa apa yang berguna bagi manusia, dan apa yang Allah turunkan dari langit berupa air, lalu dengan air itu Dia hidupkan bumi sesudah mati (kering)-nya dan Dia sebarkan di bumi itu segala jenis hewan, dan pengisaran angin dan awan yang dikendalikan antara langit dan bumi; sungguh (terdapat) tanda-tanda (keesaan dan kebesaran Allah) bagi kaum yang memikirkan.”
Q.S AL-MULK 67: 3
Artinya: “Yang telah menciptakan tujuh langit berlapis-lapis, kamu sekali-kali tidak melihat pada ciptaan Tuhan Yang Maha Pemurah sesuatu yang tidak seimbang. Maka lihatlah berulang-ulang, adakah kamu lihat sesuatu yang tidak seimbang?”
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/yopi-ilhamsyah-kupi-beungoh.jpg)