Breaking News:

Berita Bireuen

Operasi Pencarian Warga Tenggelam di Krueng Peusangan Berlanjut, Tim Gabungan Sisir hingga Area 3 Km

Namun operasi pencarian yang dilakukan sejak pagi hingga pukul 16.00 WIB tersebut, belum membuahkan hasil.

Penulis: Yusmandin Idris | Editor: Saifullah
Foto Dok Tim SAR Bireuen
Tim gabungan SAR Bireuen dan warga, Minggu (2/5/2021), mencari korban tenggelam di Krueng Peusangan, kawasan Desa Balee Panah, Kecamatan Juli, Bireuen. 

Laporan Yusmandin Idris I Bireuen

SERAMBINEWS.COM, BIREUEN - Tim gabungan terdiri dari Pos SAR Bireuen, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bireuen, personel TNI/Polri, serta masyarakat, sejak Minggu (2/5/2021) pagi, terus mencari Nasruddin Husen (51), warga Balee Panah, Kecamatan Juli, Bireuen yang tenggelam di Krueng Peusangan, Sabtu (1/5/2021) siang.

Tim gabungan terus menyisir Krueng Peusangan, khususnya pada kawasan tempat awalnya korban tenggelam dan beberapa tempat lainnya sepanjang sungai tersebut.

Namun operasi pencarian yang dilakukan sejak pagi hingga pukul 16.00 WIB tersebut, belum membuahkan hasil.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Nasruddin, ayah tiga anak yang baru pulang dari kebun kemudian pergi ke Krueng Peusangan yang tidak jauh dari rumahnya.

Ia hendak menjala ikan di sungai tersebut dengan ditemani seorang anaknya bernama Raisan.

Baca juga: Hermanto Pakeh, Mantan Politisi PAN yang Kini Membidani Partai Ummat Aceh Tamiang

Baca juga: Siap-Siap Seleksi CPNS 2021, Ikuti Simulasi CAT Latihan SKD Gratis Dari BKN, Daftar di Laman Ini

Baca juga: Anggota DPRK Aceh Besar Minta Sekolah Terapkan SPT Bertambah Hingga Pulo Aceh, Ini Kata Kadisdikbud

Saat hendak menjala ikan, korban diduga terpeleset hingga jatuh tenggelam dan dibawa arus sungai kawasan jembatan gantung Balee Panah, Sabtu (1/5/2021).

Informasi diperoleh Serambinews.com, selain tim gabungan sejumlah warga dari Gampong Balee Panah, sejak pukul 06.00 WIB, turun ke sungai menggunakan ban mobil yang sudah diikat.

 Mereka menyisir daerah aliran sungai tersebut sepanjang 3 kilometer (Km) lebih, mulai dari titik terpeleset korban ke arah hilir.

"Kami beberapa warga dari Dusun Alue U Kubang Itam, Desa Balee Panah, dari jam 06:00 WIB pagi, turun membantu pencarian menggunakan ban sampai Cot Kala sejauh 3 Km," jelas seorang warga.

"Kami juga menyisir dari darat, tapi korban belum ditemukan," ujar Zakaria (48), yang didampingi sejumlah warga lainnya.

Baca juga: VIDEO - Ayah dan Anak Hobi Restorasi Mobil-mobil Klasik di Turki

Baca juga: Kasus Penyelewengan Dana Desa di Lhokseumawe Inkrah, Terdakwa Dihukum Masing-Masing 4 Tahun Penjara

Baca juga: Kurangi Lemak Perut dengan Makanan Ini, Ada Brokoli hingga Pisang

Koordinator Pos SAR Bireuen, Yudha Armadi mengatakan, dalam pencarian hari kedua sampai Minggu siang, korban belum ditemukan.

Pencarian dilakukan dari darat dan ke arah bawah aliran sungai dengan menggunakan 1 unit rubber boat sampai 1,5 Km dari titik korban awal tenggelam.

“Pencarian dengan rubber boat tidak bisa dilanjutkan lagi karena aliran sungai dangkal,” ujar Yudha.

Sedangkan warga terus naik ban tradisional menyisir sungai hingga sejauh 3 kilometer dari titik awal korban tenggelam.

Dalam pencarian itu, tim gabungan juga telah memeriksa beberapa lokasi atau titik
yang dicurigai ada tumpukan sampah dan bambu, tetapi belum ada tanda-tanda keberadaan korban.

Baca juga: Besok, Ribuan PNS di Lhokseumawe Sudah Terima THR

Baca juga: Menko Airlangga dan Delegasi Komite Internasional Palang Merah Bahas Vaksinasi

Baca juga: Pemudik Lintas Kabupaten/Kota di Aceh Wajib Bawa Surat Bebas Covid, Berlaku Mulai 3-17 Mei

"Kendalanya arus deras dan aliran sungai ada yang dangkal sehingga sulit dilalui rubber boat kita," tukas Yudha Armadi.(*)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved