Breaking News:

Ramadhan Mubarak

Berfikir dan Berzikir Berbasis Alquran

Ramadhan menyimpan segudang keistimewaan untuk orang-orang beriman. Salah satu keistimewaan tersebut yaitu Allah menurunkan ayat pertama

Editor: hasyim
Berfikir dan Berzikir Berbasis Alquran
Prof. Dr. Ir. Samsul Rizal, M.Eng

Oleh Prof. Dr. Ir. Samsul Rizal, M.Eng

Ramadhan menyimpan segudang keistimewaan untuk orang-orang beriman. Salah satu keistimewaan tersebut yaitu Allah menurunkan ayat pertama dari Alquran kepad Rasulullah Saw di dalam bulan ini.

Bulan Ramadan adalah (bulan) yang di dalamnya diturunkan Alquran, sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang benar dan yang batil). (Albaqarah, ayat 185).

Ayat ini menegaskan kepada kita bahwa fungsi Alquran yang diturunkan itu untuk menjadi petunjuk hidup bagi manusia, sehingga dengan petunjuk inilah manusia idealnya mampu membedakan mana yang salah dan mana yang benar. Hanya dengan berpegang teguh pada Alquran ini sajalah, kita akan selalu bahagia, karena Allah akan bebaskan kita dari kesedihan, ketakutan, dan rasa kecewa.

Kami berfirman, "Turunlah kamu semua dari surga! Kemudian jika benar-benar datang petunjuk-Ku kepadamu, maka barangsiapa mengikuti petunjuk-Ku, tidak ada rasa takut pada mereka dan mereka tidak bersedih hati." (Albaqarah, ayat 38).

Jika kita benar-benar membaca dan memahami Alquran, kita akan terkejut, karena ternyata yang Allah perintahkan dalam Alquran bukan hanya untuk shalat, puasa, zakat, haji, sedekah, dan sebagainya. Allah bukan saja menyuruh kita untuk berzikir

kepada-Nya. Tapi ternyata Allah juga memerintahkan kita untuk membaca fenomena alam, meneliti setiap kejadian, untuk kemudian menyadari kehadiran dan eksistensi Allah yang Mahakuasa, yang maha mampu melakukan apa saja yang dikehendaki-Nya.

Allah menyebut orang-orang yang mampu melakukan ini, yaitu berzikir dan berfikir, dengan sebutan cendekiawan, yang dalam bahasa Alquran disebut sebagai Ulul-Albab.

Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan pergantian malam dan siang terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi orang yang berakal, (yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri, duduk atau dalam keadaan berbaring, dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata), "Ya Tuhan kami,

tidaklah Engkau menciptakan semua ini sia-sia; Mahasuci Engkau, lindungilah kami dari azab neraka. (Ali-Imran, ayat 190-191).

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved