Breaking News:

Internasional

Hizbullah Lebanon Membangun Kerajaan Narkoba, Targetkan Arab Saudi

Kelompok militan Hizbullah Lebanon telah membangun kerajaan narkoba melalui strategi narcoteroris dengan target Arab Saudi.

Editor: M Nur Pakar
AFP/Ali Dia
Pendukung gerakan Syiah Hizbullah mengadakan pawai di Kfar Kila, perbatasan Lebanon dengan Israel pada 25 Oktober 2019. 

SERAMBINEWS.COM, RIYADH - Kelompok militan Hizbullah Lebanon telah membangun kerajaan narkoba melalui strategi narcoteroris dengan target Arab Saudi.

Bulan lalu, petugas bea cukai Jeddah Islamic Port menyita lebih dari 5 juta pil Captagon yang disembunyikan dalam kiriman buah delima dari Lebanon.

Secara terpisah, pil amfetamin yang disimpan dalam pengiriman buah delima dari Lebanon disita di Pelabuhan King Abdulaziz di Dammam.

Dilansir ArabNews, Senin (3/5/2021), Penemuan itu menjadi bukti keterlibatan Hizbullah dalam mengisim narkoba ke Arab Saudi.

Namun, buah dan sayuran Lebanon tidak lagi diterima di Arab Saudi setelah otoritas pelabuhan yang waspada menggagalkan upaya penyelundupan narkotika di dalam buah delima.

Kerajaan menanggapi insiden tersebut dengan melarang impor dan transit buah dan sayuran yang berasal dari Lebanon.

Waleed Al-Bukhari, Duta Besar Arab Saudi untuk Lebanon, mengungkapkan telah terjadi upaya penyelundupan lebih dari 600 juta pil dari Lebanon selama enam tahun terakhir.

Baca juga: Lebanon Tangkap Dua Bersaudara, Penyelundup Narkoba ke Arab Saudi

Menyesali dampak ekonomi dari penggerebekan narkoba dan larangan impor Arab Saudi, Michel Moawad mengatakan petani dan importir yang sah harus membayar harga karena penyelundupan Captagon.

Dia merupakan seorang politisi Lebanon yang mengundurkan diri dari parlemen sebagai protes atas ledakan Beirut 4 Agustus 2020,

“Apa yang kita peroleh dengan mengekspor rudal, milisi, dan obat-obatan?” dia berkata.

“Apa kepentingan kita ketika kita bermusuhan dengan orang Arab dan komunitas internasional, ketika kita berperang di Yaman dan tempat lain?" tanyanya.

Moawad menuntut tanah Lebanon harus tetap berdaulat penuh, tanpa benteng keamanan, senjata ilegal, rudal, kamp pelatihan militer untuk Houthi dan tidak ada pabrik Captagon.

Tetapi, dia secara eksplisit menyebut nama Hizbullah.

Upaya yang gagal untuk menyelundupkan pil amfetamin ke Arab Saudi kemungkinan besar terkait dengan kelompok Syiah yang berpihak pada Iran dengan sayap militer aktif, sumber, lansir Independent Persia.

Halaman
1234
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved