Breaking News:

Zakat Fitrah

Kankemenag Abdya Bolehkan Zakat Fitrah Dibayar dengan Uang, Rp 114.000 per Jiwa

Namun, hasil keputusan rapat yang melibatkan, MPU, Baitul Mal, Kemenag dan Dinas Syariat Islam itu, untuk pembayaran zakat fitrah menggunakan uang, ma

Penulis: Rahmat Saputra
Editor: Ansari Hasyim
IST
Ilustasi Zakat Fitrah 

Laporan Rahmat Saputra I Aceh Barat Daya

SERAMBINEWS.COM, BLANGPIDIE - Kantor Kementrian Agama (Kankemenag) Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) menetapkan besaran zakat fitrah untuk Ramadhan 1442 H.

Sama dengan tahun sebelumnya, Kankemenag Abdya membolehkan bagi masyarakat yang ingin melakukan pembayaran zakat fitrah menggunakan uang.

Namun, hasil keputusan rapat yang melibatkan, MPU, Baitul Mal, Kemenag dan Dinas Syariat Islam itu, untuk pembayaran zakat fitrah menggunakan uang, maka dihitung berdasarkan harga kurma, atau anggur kering atau harga gandum.

“Jadi, kita ambil kurma atau gandum Syar’i berdasarkan mazhab Hanafi yaitu 3,8 kilo,” ujar Kakankemenag Abdya Drs Salahin Mizal MA, Senin (3/5/2021).

Jadi, katanya, kalau golongan I maka besaran bayarannya berpatokan harga kurma sukari atau kelas medium, besaran bayar zakat fitrahnya Rp 228.000 per jiwa, sementara untuk golongan II, maka bayar zakat fitrah Rp 114.000 per jiwa itu setara 3,8 kilo kurma curah.

“Intinya kita sepakat pembayaran zakat fitrah itu wajib, untuk mensucikan diri kembali ke fitrah dan harus ditunaikan paling lambat sebelum pelaksanaan shalat Idul Fitri. Namun, harus sesuai dengan ketentuan juga, terlebih MPU Aceh sudah mengeluarkan fatwa nomor 13 tahun 2004 tentang kadar zakat fitrah tersebut,” ungkapnya.

Namun, Salihin tetap meminta masyarakat agar zakat fitrah dibayar dikeluarkan dalam bentuk makanan pokok seperti beras. Untuk beras besaran zakat fitrahnya, sebanyak 3,1 liter, atau 1,5 bambu ditambah dua genggam, atau sama dengan 2,8 Kilogram per jiwa.

"Dengan makanan yang kita konsumsi sehari-hari lebih baik, dan dianjurkan," sebutnya.

Selain itu, ia juga meminta agar saat akad penyerahan zakat fitrah itu, tetap berpedoman protokol kesehatan yang telah ditetapkan pemerintah, seperti jaga jarak.

“Ini penting, dalam rangka mencegah penyebaran virus corona,” pungkasnya.(*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved