Breaking News:

KRI Nanggala 402

Kondisi Jenazah Awak Kapal Selam Nanggala 402, MV Swift Rescue Temukan Benda Tertutup Lumpur di Laut

Hal itu lantaran adanya kendala yang dialami oleh MV Swift Rescue saat mengangkat bagian-bagian KRI Nanggala-402.

Editor: Ansari Hasyim
Thumbnail Youtube Serambi On TV
Panglima TNI, Marsekal Hadi Tjahjanto, mengatakan, sebanyak 53 awak Kapal Selam KRI Nanggala-402 juga dinyatakan gugur. 

Ia menambahkan bahwa, mengangkat jenazah satu per satu, atau tanpa mengangkat seluruh kapal selam, akan menjadi tantangan nyata.

"Itu benar-benar akan berurusan dengan kendaraan yang dioperasikan dari jarak jauh,” paparnya, yang tak mungkin manusia dapat menyelam sedalam itu.

Kendaraan yang diungkapkan Owen, belum tentu memiliki kemampuan tangan untuk mengangkat beberapa bagian tubuh jenazah.

Dia mencontohkan kapal selam nuklir Rusia, Kursk, yang berhasil diangkat pada tahun 2001.

“Kapal selam itu, yang beratnya sekitar 20.000 ton, diangkat dari kedalaman lebih dari 100 meter, tapi butuh waktu lebih dari satu tahun untuk mengangkatnya,” kata Owen.

Sebaliknya, ujar Owen, KRI Nanggala-402 jauh lebih ringan, yakni hanya 1.400 ton.

Tetapi, kedalaman tenggelamnya KRI Naggala-402 ini juga jauh lebih dalam, yakni lebih dari 800 meter.

"Bahkan untuk mengangkat kapal selam seberat 1.400 ton dari dasar laut membutuhkan banyak peralatan," jelasnya.

Ia mengatakan, pemerintah Indonesia harus menyiapkan kapal yang tepat, kemudian kapal itu harus turun ke dasar laut, dan meyelam di kedalaman 840 meter adalah jalan yang panjang.

"Mereka kemudian harus mendapatkan semacam pengapungan di kapal selam, yang biasanya berupa tas berisi solar yang kemudian dapat memberikan daya apung,” katanya.

Namun, Owen meragukan bahwa tas udara tersebut tidak akan bisa digunakan pada kedalaman tersebut.

“(itu tas udara) tidak berguna di kedalaman tersebut," imbuhnya.

Owen mengatakan semua yang kita tahu untuk saat ini adalah kapal selam KRI Nanggala-402 itu tenggelam, dan kita tidak akan tahu lebih banyak sampai analisis dan penelitian rinci dapat dilakukan.

“Semua bukti yang muncul hanya memperkuat bahwa itu mungkin kapal selam itu telah berakhir," katanya.

Kapal selam buatan Jerman yang berusia 42 tahun itu, sudah sembilan tahun tidak mendapatkan perbaikan sejak reparasi terakhirnya tahun 2012.

Perusahaan Daewoo Shipbuilding & Marine Engineering Co Ltd menjadi perusahaan yang melakukan perawatan kapal selam KRI Nanggala-402 terakhir pada tahun 2012.

Kapal itu mendapat perawatan selama dua tahun untuk sepenuhnya dilakukan perbaikan dan meningkatkan alusistanya.

Struktur atas kapal sebagian diganti, sementara persenjataan, sonar, radar, kontrol tempur dan sistem propulsi ditingkatkan.

Dikatakan media asal Korsel, Hankook Ilbo, pemeliharaan kapal selam harus dilakukan setiap enam tahun sekali hingga akhir perjalananya.

“Artinya pemeliharaan kapal selam (KRI Nanggala-402) belum dilakukan selama sembilan tahun,” tulisnya.

Media itu melaporkan, KRI Nanggal-402 dijadwalkan akan melakukan pemeliharaan pada tahun depan. 

Bahkan sumber militer mengatakan kepada Hankook Ilbo bahwa "kapal selam itu tidak pernah menyelam sejak 2018."

Seorang pejabat dari Daewoo Shipbuilding & Marine Engineering mengatakan,

"Memang benar kami melakukan perawatan depo terakhir (KRI Nanggala 402), tapi itu sudah 9 tahun lalu dan tidak terlibat lagi sejak itu," 

Daewoo Shipbuilding & Marine Engineering juga melakukan perawatan kapal selam milik Indonesia asal Jerman 'Cakra 401', pada tahun 2004.(*)

Sebagian artikel ini tayang di Sosok.ID dengan judul Evakuasi Pengangkatan Bangkai KRI Nanggala-402, Tentara Singapur Singgung Soal Jenazah Awak Kapal: Sempat Serlihat...

BERITA LAINNYA TERKAIT NANGGALA 402

Sumber: Grid.ID
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved