Breaking News:

Pakai Masker Saat Shalat Tetap Sah, MUI Minta Takmir Taati Protokol Kesehatan

Pihak pengurus Masjid Jami Al-Amanah Kota Bekasi menyampaikan permohonan maaf kepada Roni.

SERAMBI/HENDRI
Jamah mendengarkan ceramah Nuzulul Quran yang disampaikan Guru Besar UIN Ar-Raniry, Prof Dr Syahrizal Abbas MA, di Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh, Rabu (28/4/2021) malam. 

Menurutnya, penggunaan masker dan menjaga jarak di tempat-tempat umum, seperti di masjid saat pandemi virus corona (Covid-19) tak perlu dipersoalkan. "Kalau benar diusir, pengurus masjidnya saja yang enggak benar itu," kata Hasanuddin, Senin (3/5/2021).

Hasanuddin menegaskan seseorang yang menggunakan masker ketika salat hukumnya sah. Hal tersebut berdasarkan Fatwa MUI Nomor 24 Tahun 2021 tentang Panduan Penyelenggaraan Ibadah Bulan Ramadan dan Syawal 1442 H dan Fatwa MUI Nomor 31 Tahun 2020 tentang Penyelenggaraan Shalat Jumat dan Jemaah untuk Mencegah Penularan Wabah Covid-19. "Di serangkaian fatwa-fatwa MUI yang sudah ada tentang ibadah di tengah pandemi sudah diatur itu. Dalam fatwanya (pakai masker saat salat) tetap sah," ujarnya.

Dalam Fatwa Nomor 31 Tahun 2020, menutup mulut saat salat hukumnya makruh kecuali ada hajat syar'iyyah. Oleh karena itu, salat memakai masker karena ada hajat untuk mencegah penularan virus corona hukumnya sah dan tak makruh. Hasanuddin menyebut merenggangkan saf salat di tengah pandemi saat ini juga diperbolehkan dan tetap sah. Ketentuan ini turut diatur dalam dua fatwa tersebut demi menghindari penyebaran virus corona.

Hal senada dikatakan Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH. Marsyudi Syuhud mempertanyakan mengapa pengurus di masjid tersebut melarang jemaah memakai masker. "Alasannya apa? Kan sudah ada hukumnya (soal protokol kesehatan)," kata Marsudi saat dihubungi, Senin (3/5/2021).

Baca juga: WASPADA, 2 Varian Baru Covid-19 dari India dan Afrika Selatan Ditemukan di Bali dan Jakarta

Baca juga: Iran Gerakkan Kemerdekaan Skotlandia Melalui Dunia Maya

Baca juga: Horee, Ribuan PNS di Lhokseumawe Sudah Terima THR 

Ia pun meminta agar Satgas Penanganan Covid-19 di wilayah tersebut memberikan klarifikasi soal hal tersebut. "Hukumnya sudah jelas. Bukan baiknya bagaimana, pakai masker di masjid ya boleh-boleh saja," ujarnya.

Sementara Ketua Komisi Dakwah Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Cholil Nafis mengatakan, takmir atau pengurus masjid seharusnya menaati ketentuan pemerintah soal pemakaian masker saat beribadah. "Saya berharap kepada takmir masjid itu menaati pemerintah. Karena menaati pemerintah bagian dari ajaran agama kita," ucap Cholil kepada Tribunnews.com, Senin (3/5).

Cholil mengatakan, selama ini pemerintah dan ulama tidak bertentangan pendapat terkait penerapan protokol kesehatan saat beribadah di tengah situasi pandemi Covid-19.

Bahkan MUI telah menerbitkan fatwa nomor 14 tahun 2020 mengenai ketentuan ibadah di saat pandemi Covid-19. Termasuk mengenai penggunaan masker di masjid. "Di sini para ulama tidak bertentangan dengan umaro. Ulama membenarkan untuk penggunaan masker, prokes. Jadi kita sudah mengeluarkan fatwa di MUI no 14 tahun 2020. Jadi tidak ada pertentangan pemerintah dan ulama," tegas Cholil.

Ia menjelaskan bahwa penggunaan masker saat salat bersifat makruf ketika di masa normal. Namun di masa pandemi, penggunaan masker untuk mencegah penularan virus corona.

"Kan sekarang sedang tidak normal sehingga kita menjaga jiwa itu wajib. Sementara agama kita masih bisa dilaksanakan dengan prokes," kata Cholil.(tribun network/fah/suf/den/dod)

Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved