Breaking News:

Pakai Masker Saat Shalat Tetap Sah, MUI Minta Takmir Taati Protokol Kesehatan

Pihak pengurus Masjid Jami Al-Amanah Kota Bekasi menyampaikan permohonan maaf kepada Roni.

SERAMBI/HENDRI
Jamah mendengarkan ceramah Nuzulul Quran yang disampaikan Guru Besar UIN Ar-Raniry, Prof Dr Syahrizal Abbas MA, di Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh, Rabu (28/4/2021) malam. 

Tapi kasus ini akhirnya diputuskan untuk diselesaikan secara kekeluargaan. Pihak pengurus Masjid Jami Al-Amanah Kota Bekasi menyampaikan permohonan maaf kepada Roni.

Roni lantas memaafkan para pengurus masjid. Pengurus Masjid Jami Al-Amanah juga berjanji ke depan akan menaati protokol kesehatan dan meminta para jemaah memakai masker. Perdamaian mereka kemudian ditulis dalam surat yang ditandatangani dan diberi meterai.

Kapolsek Medan Satria Kompol Agus Rohmat mengatakan, pengurus Masjid Al Amanah sebelumnya pernah ditegur polsek setempat gara-gara peraturan melarang jemaah pakai masker. Pihaknya pernah mendatangi langsung masjid pada 2020 silam.

"Tahun 2020 dan Januari (2021), sudah ditegur (terkait melarang jemaah pakai masker)," kata Agus saat dikonfirmasi, Senin (3/5).

Agus bersama jajaran datang langsung ke masjid dan menemui pengurus DKM. Agenda pertemuan tidak hanya sebatas memberikan arahan protokol kesehatan (prokes), tetapi pihak Polsek Medan Satria turut memberikan masker dan cairan disinfektan agar pengurus masjid dapat menerapkan prokes guna mengantisipasi penyebaran Covid-19.

"Sudah dikasi masker dan disinfektan, setelah ditegur ada perubahan, setelah itu kambuh lagi (melarang jemaah pakai masker)," ungkap Agus.

Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Bekasi, Shobirin mengatakan, Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Al Amanah memiliki pemahaman berbeda terkait adab atau sopan santun dalam melaksanakan salat.

"Dari sisi pemahaman keagamaan memang DKM Masjid ini punya pemahaman yang berbeda terkait dengan adab melaksanakan salat di masjid," kata Shobirin saat ditemui di Masjid Al Amanah, Senin (3/5). Shobirin didampingi Ketua Kantor Urusan Agama (KUA) setempat dan para penyuluh agama mendatangi Masjid Al Amah dan berdialog dengan Alfa Fahman, putra Ketua DKM Al Amanah Abdul Rahman yang kedapatan mengusir jamaah bermasker.

Baca juga: Terekam CCTV, Reaksi Kocak dan Heboh Jamaah yang Tengah Beribadah Buyar Saat Ada Tikus Masuk Masjid

Menurut Shobirin, pihak DKM Al Amanah memahami bahwa menggunakan masker ketika salat tidak etis atau tidak sopan.

Meski demikian, kata Shobirin, tindakan yang dilakukan DKM Al Amanah hanya sebatas mengimbau. "Dari keterangan putranya beliau, ya, sesungguhnya pak kiai ini (Abdul Rahman) hanya mengimbau kalau bisa jangan pakai masker. Yang mau silakan yang enggak pun pak kiai enggak memaksa," ujarnya.

Shobirin menyatakan persoalan ini menjadi pekerjaan rumah pihaknya untuk memberikan penyuluhan agama ke semua DKM di wilayahnya. Khusus DKM Al Amanah, pihaknya akan melakukan sosialisasi secara bertahap. "Ya, ini bertahap lah. Yang jelas ini jadi program. Paling tidak, ulama, kiai yang lainnya, ya mudah-mudahan tidak sama pemahamannya," kata Shobirin.

Shobirin belum mengetahui tindakan yang akan dilakukan terhadap masjid tersebut.

Baca juga: Penanganan Covid-19, Wabup Dailami ikut Rakor dengan Pemerintah Pusat

Baca juga: Antusias, 43 Purnawirawan dan Warakawuri di Bener Meriah ikut Vaksinasi Covid-19

Baca juga: Sekda Haili Yoga: Hadapi Idul Fitri & Antisipasi Penyebaran Covid-19 Puskesmas, Jangan Sampai Kosong

Menurutnya, temuannya ini akan disampaikan ke tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Bekasi. "Kebijakan selanjutnya, ya, bergantung Pemkot juga Gugus Covid-19 Kota Bekasi," ujarnya.

Sementara Ketua Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) Hasanuddin Abdul Fatah mengatakan pengusiran jemaah bermasker dari Masjid Al Amanah tak dapat dibenarkan.

Halaman
123
Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved