Breaking News:

Pakai Masker Saat Shalat Tetap Sah, MUI Minta Takmir Taati Protokol Kesehatan

Pihak pengurus Masjid Jami Al-Amanah Kota Bekasi menyampaikan permohonan maaf kepada Roni.

SERAMBI/HENDRI
Jamah mendengarkan ceramah Nuzulul Quran yang disampaikan Guru Besar UIN Ar-Raniry, Prof Dr Syahrizal Abbas MA, di Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh, Rabu (28/4/2021) malam. 

SERAMBINEWS.COM, JAKARTA - Direktur Jenderal (Dirjen) Bina Masyarakat Islam Kementerian Agama, Kamaruddin Amin menegaskan bahwa penggunaan masker ketika melaksanakan sHalat di tengah pandemi Covid-19 tetap sah dalam ajaran agama Islam.

Hal itu ia sampaikan merespons video viral di media sosial yang memperlihatkan pengurus Masjid Al Amanah, Harapan Indah, Kota Bekasi, Jawa Barat mengusir seorang jemaah lantaran memakai masker ketika hendak beribadah.

"(Memakai masker salat) tetap sah, tidak ada satu pun pendapat ulama yang mengatakan tidak sah," kata Kamaruddin, Senin (3/5/2021).

Tak hanya itu, Kamaruddin juga mengatakan sHalat dengan saf yang berjarak di tengah pandemi saat ini juga sah. Ia menekankan saf yang berjarak sekaligus memenuhi prinsip jaga jarak untuk melindungi diri. "Bukan hanya sah tapi wajib dilakukan dalam rangka melindungi diri (jiwa)," ujarnya.

Baca juga: Malaysia Deteksi Varian Baru Virus Corona India, Ditemukan dari Kedatangan Warga India

Baca juga: Terungkap! Sebelum Meninggal Dunia, Maradona Sekarat Selama 12 Jam

Baca juga: Arab Saudi Akan Bangun Masjid Raja Salman di Universitas Islam Internasional di Pakistan

Kamaruddin berharap persoalan tersebut sudah selesai dan tak perlu diperpanjang kembali. Ia mengapresiasi apabila pengurus masjid di Bekasi dan jemaah yang diusir sudah saling berdamai.

"Semua pihak memang harus bekerja sama untuk memastikan prokes dijalankan secara ketat di manapun, termasuk di tempat ibadah sebagaimana surat edaran mentri agama terkait pelaksanaan amaliah Ramadan," kata Kamaruddin.

Sebelumnya masyarakat dibuat heboh dengan beredarnya video berdurasi 2 menit 22 detik di media sosial.

Dalam video, telihat ada seorang jemaah pria memakai masker sedang duduk dan akan melaksanakan salat di dalam sebuah masjid. Namun tidak lama setelah itu, pria itu dihampiri oleh beberapa orang yang diduga merupakan pengurus masjid. Mereka keberatan karena pria itu memakai masker.

Baca juga: Iran Gerakkan Kemerdekaan Skotlandia Melalui Dunia Maya

Baca juga: Hizbullah Lebanon Membangun Kerajaan Narkoba, Targetkan Arab Saudi

Baca juga: Dua Kali Positif Covid-19, Atta Halilintar Batasi Keluar Rumah dan Berkumpul

Para pengurus masjid itu meminta agar pria itu melepas maskernya. Tetapi pria itu menolak karena mengikuti aturan pemerintah. "Jangan pakai masker, jadi kita enggak ada perbedaan antara masjid dengan pasar," kata salah seorang pengurus masjid itu.

Ia kemudian menyinggung surat Ali Imran ayat 96. Ia berkukuh meminta pria itu melepas maskernya. Tetapi pria itu menolak hal itu. Sehingga terjadi perdebatan di antara mereka.

"Saya pakai masker, saya taati aturan pemerintah," kata pria itu. "Pemerintah punya aturan ulama punya aturan. Kaga bisa, ulama lebih tinggi dari pemerintah," ucap pengurus masjid itu. "Rumah Allah ada aturannya. Masuk masjid dilarang pake masker," tambah dia.

Setelah itu salah seorang pengurus masjid lainnya meminta pria itu melapor ke polisi jika tidak terima dengan aturan di masjid itu. "Sampaikan ke Polsek, engga usah berdebat, sekarang ke Polsek aja," ucap dia.

Peristiwa yang terjadi Masjid Jami Al-Amanah di Medan Satria, Kota Bekasi pada Selasa (27/4) itu kemudian memicu ragam komentar dari masyarakat. Banyak yang menyayangkan sikap pengurus masjid karena pandemi COVID-19 belum menghilang.

Kasus ini kemudian dilaporkan ke Polsek setempat. Belakangan terungkap pria yang memakai masker itu bernama Roni Octavianto, warga Sleman, DIY.

Halaman
123
Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved