Breaking News:

Internasional

Hakim Lebanon Mulai Selidiki Ledakan Dahsyat Pelabuhan Beirut

Hakim yang menyelidiki ledakan dahsyat pelabuhan Beirut pada 2020, Selasa (4/5/2021) mulai membuka penyelidikan.

AFP/IBRAHIM AMRO
Ted Chaiban, Direktur UNICEF Timur Tengah dan Afrika Utara memeriksa lokasi kehancuran ledakan Pelabuhan Beirut, Lebanon, Senin (17/8/2020). 

SERAMBINEWS.COM, BEIRUT - Hakim yang menyelidiki ledakan besar Pelabuhan Beirut pada 2020, Selasa (4/5/2021) mulai membuka penyelidikan.

Hakim meminta negara-negara sahabat menempatkan satelit di Lebanon untuk memberikan gambar kepada pihak berwenang untuk membantu penyelidikan.

Kantor Berita Nasional tidak menyebutkan nama negara yang dimintai gambar oleh Hakim Tarek Bitar sebelum, selama, dan setelah ledakan.

Dilansir AFP, hampir 3.000 ton amonium nitrat, bahan yang sangat mudah meledak yang digunakan dalam pupuk - telah disimpan secara tidak benar di pelabuhan selama bertahun-tahun.

Baca juga: Hakim Lebanon Perintahkan Pembebasan Enam Orang, Tidak Terbukti Terlibat Ledakan Pelabuhan Beirut

Ledakan dahsyat pada 4 Agustus itu menewaskan 211 orang dan melukai lebih dari 6.000 orang, menghancurkan lingkungan sekitar.

Beberapa hari setelah ledakan, Presiden Michel Aoun mengatakan telah meminta gambar satelit dari Prancis, yang memiliki hubungan dekat dengan bekas koloninya.

Untuk melihat apakah mereka menunjukkan pesawat atau rudal.

Segera setelah ledakan itu, pihak berwenang tidak mengesampingkan serangan, meskipun tidak ada bukti yang menunjukkan hal itu.

Perdana Menteri Hassan Diab yang akan keluar juga mengatakan setelah ledakan bahwa dia meminta gambar satelit dari pelabuhan sebelum dan sesudah ledakan kepada Presiden Prancis Emmanuel Macron.

Baca juga: Silo Biji-bijian di Pelabuhan Beirut Harus Dihancurkan, Sebelum Runtuh

Sembilan bulan kemudian, masih belum diketahui apa yang memicu kebakaran awal di gudang yang kemudian menyebabkan ledakan.

Halaman
12
Editor: M Nur Pakar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved