Breaking News:

Berita Aceh Tamiang

Larang Mudik, Aceh Tamiang Tutup Pintu Perbatasan Mulai 6 Mei 2021

Forkopimda Aceh Tamiang memastikan perbatasan Aceh – Sumatera Utara ditutup mulai 6 Mei. Kendaraan yang tidak memenuhi kriteria melintas akan...

For Serambinews.com
Kapolres Aceh Tamiang AKBP Ari Lasta dan Dandim 0117/Atam Letkol Cpn Yusuf Adi Puruhita saat meninjau posko perbatasan menjelang ditutup mulai 6 Mei 2021. 

Laporan Rahmad Wiguna | Aceh Tamiang

SERAMBINEWS.COM, KUALASIMPANG – Forkopimda Aceh Tamiang memastikan perbatasan Aceh – Sumatera Utara ditutup mulai 6 Mei. Kendaraan yang tidak memenuhi kriteria melintas akan dipaksa putar balik sebagai konsekuensi larangan mudik Idul Fitri 1442 H.

Kepastian ini disampaikan Bupati Aceh Tamiang Mursil usai meninjau persiapan posko perbatasan di Unit Pelaksana Penimbanganan Kendaraan Bermotor (UPPKB) Seumadam bersama Dandim 0117/Atam Letkol Cpn Yusuf Adi Puruhita dan Kapolres Aceh Tamiang AKBP Ari Lasta Irawan, Selasa (4/5/2021).

Dalam peninjauan itu, ketiga pejabat Forkopimda Aceh Tamiang ini menyempatkan berdialog dengan sejumlah petugas dan mengecek kondisi ruangan yang akan digunakan untuk memeriksa kendaraan.

“Termasuk ruangan isolasi darurat kita cek, kita ingin penyekatan di perbatasan berjalan maksimal,” kata Mursil.

Berdasarkan amatannya langsung, seluruh unsur yang dilibatkan dalam posko perbatasan sudah siap melaksanakan Addendum Surat Edaran Kepala Satgas Covid-19 Nomor 13 Tahun 2021 tentang Peniadaan Mudik Hari Raya Idul Fitri 1442 H dan upaya pengendalian penyebaran Covid-19 selama bulan Ramadhan 1442 H.

“Semua yang dibutuhkan untuk menutup pintu masuk ke Aceh sudah siap, jadi sanksi putar balik akan diterapkan mulai 6 Mei,” ujarnya.

Kapolres Aceh Tamiang AKBP Ari Lasta Irawan menambahkan mekanisme pemeriksaan di posko perbatasan ini persis dengan penyekatan yang dilakukan libur akhir tahun lalu. Seluruh kendaraan yang akan masuk Aceh akan diarahkan di check point untuk diperiksa surat jalan.

“Ada pengecualian, angkutan sembako, pasien yang akan melahirkan atau ingin menjenguk kerabatnya yang sakit atau meninggal masih diperbolehkan,” ungkapnya.

Meski begitu, Ari mengingatkan masyarakat agar menahan diri untuk tidak mudik, mengingat Aceh Tamiang baru saja dinyatakan sebagai zona merah Covid-19. Dia khawatir mobilisasi yang tinggi akan memperparah penyebaran virus asal Cina ini.

“Kita dinyatakan zona merah, ini sangat berbahaya, jadi mohon ditahan dulu berpergian ke luar kota,” pesannya. (*)

Baca juga: Pelamar CPNS Wajib Tahu, Ini Perubahan Prosedur Pelaksanaan Metode CAT BKN untuk Seleksi CASN 2021

Baca juga: Nasabah Mandiri Syariah Tak Perlu Migrasi ke Rekening BSI, Bagaimana Dengan Nasabah BRIS dan BNIS?

Baca juga: Pemko Lhokseumawe Berlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Terhitung 12 Mei Hingga 23 Mei 2021

Penulis: Rahmad Wiguna
Editor: Jalimin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved