Breaking News:

Berita Luar Negeri

Mesir Borong 30 Jet Tempur Rafale dari Prancis

Kementerian Pertahanan Mesir pada Selasa (4/5/2021) menandatangani kontrak dengan Prancis untuk pembelian 30 jet tempur Rafale.

(Zakaria ABDELKAFI / AFP)
ILUSTRASI jet tempur pepet pesawat komersial A C-135 (depan), jet tempur Mirage 2000-5 (C) dan empat jet tempur Rafale B terbang di atas Paris sebagai bagian dari parade militer Hari Bastille tahunan pada 14 Juli 2020. Prancis memiliki versi tradisional yang dikurangi Parade Hari Bastille tahun ini karena langkah-langkah keamanan atas pandemi COVID-19 (novel coronavirus), dan dengan perayaan hari nasional negara itu termasuk penghormatan kepada pekerja kesehatan dan yang lain yang memerangi wabah tersebut. 

Mesir Borong 30 Jet Tempur Rafale dari Prancis 

SERAMBINEWS.COM - Kementerian Pertahanan Mesir pada Selasa (4/5/2021) menandatangani kontrak dengan Prancis untuk pembelian 30 jet tempur Rafale.

Dilansir dari Reuters, situs investigasi Disclose melaporkan, nilai kontrak pembelian 30 jet tempur Rafale tersebut mencapai 3,75 miliar euro atau sekitar US$ 4,5 miliar.

 Kementerian Pertahanan Mesir mengatakan, kesepakatan itu akan mereka biayai melalui pinjaman dengan jangka waktu pembayaran selama setidaknya 10 tahun, namun jumlah pastinya tidak disebutkan.

Situs Disclose menyebutkan, kesepakatan telah kedua negara sepakati pada akhir April lalu dan baru resmi disahkan Selasa (4/5/2021) saat delegasi Mesir tiba di Paris.

Baca juga: Tangan Bocah Hancur Akibat Ledakan Petasan, Polisi Tangkap Penjual

Baca juga: Rudal Supersonik AntiKapal Milik China, Musuh Cuma Punya Waktu 10 Detik Mencegatnya

Tiga puluh jet tempur jelas bukan jumlah yang sedikit, terutama bagi Dassault yang memproduksi Rafale.

Pesawat buatan Prancis ini cukup laris tahun ini setelah pada Januari lalu sebanyak 18 unit Rafale diborong Yunani dalam kesepakatan senilai 2,4 miliar euro.

Sebanyak 7 pesawat tempur milik Angkatan Laut Perancis jenis Rafale, mendarat darurat di Pangkalan Udara (Lanud) Sultan Iskandar Muda, Aceh Besar, Sabtu (18/5/2019).
Sebanyak 7 pesawat tempur milik Angkatan Laut Perancis jenis Rafale, mendarat darurat di Pangkalan Udara (Lanud) Sultan Iskandar Muda, Aceh Besar, Sabtu (18/5/2019). (PENTAK LANUD SIM)

Kesepakatan dengan Mesir juga mencakup kontrak untuk penyedia rudal MBDA dan penyedia peralatan Safran Electronics & Defense yang bernilai 200 juta euro lagi.

Baca juga: Tenaga Honorer Tidak Dapat THR Lebaran, Ini Alasan Pemerintah

Baca juga: Saling Kerahkan Kapal Induk, China di Dekat Taiwan, Amerika Serikat Ke Laut China Selatan

Hubungan militer Prancis dan Mesir terbilang cukup baik. Sepanjang periode 2013-2017, Prancis adalah pemasok senjata utama ke Mesir.

Selama periode itu, penjualan 24 jet tempur dengan opsi 12 unit tambahan terjadi.

Sayangnya, kontrak tersebut mengering, termasuk kesepakatan pembelian jet Rafale dan kapal perang.

Baca juga: Lagi Pandemi Covid-19, AS dan China Paling Jor Joran Belanja Militer

Sejak naiknya Presiden Abdel Fattah El-Sisi ke kursi pemerintahan, Prancis dan Mesir semakin mempererat hubungan ekonomi dan militernya.

Penguatan hubungan ini juga didorong oleh kekosongan politik di Libya, ketidakstabilan di seluruh kawasan, dan ancaman dari kelompok-kelompok jihadis di Mesir.

Artikel ini telah tayang di Kontan.co.id dengan judul Mesir segera datangkan 30 jet tempur dari Prancis senilai US$ 4,5 miliar

Baca juga: Tangan Bocah Hancur Akibat Ledakan Petasan, Polisi Tangkap Penjual

Editor: Muhammad Hadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved