Jumat, 8 Mei 2026

Kasus Sate Sianida Mencuat, Nama Jessica 'Kopi Sianida' Kembali Dibicarakan

Kasus sate sianida kembali mengingatkan masyarakat mengenai kasus tewasnya seorang wanita setelah minum kopi yang ternyata berisi racun sianida.

Tayang:
Editor: Amirullah
kolase kompas.com
Nani Apriliani 'Sate Sianida' dan Jessica Kumala Wongso 'Kopi Sianida'. 

SERAMBINEWS.COM -  Kasus sate sianida yang menewaskan anak driver ojol belum usai.

Pelaku pengiriman sate maut tersebut sudah ditangkap dan ditahan di polsek bantul.

Diketahui, seorang anak pengemudi ojek online berinisial NF (10), warga Salakan, Bangunharjo, Sewon, Bantul, Yogyakarta tewas setelah menyantap sate yang dibawa oleh ayahnya, Bandiman.

Bandiman mendapat sate itu dari NA (25) perempuan warga Majalengka yang sebelumnya ditujukan untuk Tomy.

Namun, karena Tomy dan keluarganya menolak, sate itu pun diberikan kepada Bandiman yang kemudian dibawanya pulang untuk buka puasa.

Sate itu dimakan oleh istri dan anaknya, NF.

Baca juga: Tok! Hakim PN Lhoksukon Vonis Mati Tiga Pria Penyelundup 60 Kg Sabu, Begini Raut Wajah Terdakwa

Tak lama, anak Bandiman mendadak tersungkur dan istri Bandiman, Titik Rini, muntah.

Istrinya berhasil diselamatkan setelah dibawa ke Rumah Sakit, namun anaknya tidak tertolong.

Laboratorium Kesehatan dan Kalibrasi Dinas Kesehatan DIY mengungkap ada kandungan potasium sianida dalam paket takjil itu.

Ahli Forensik Universitas Gadjah Mada (UGM), Lipur Riyantiningtyas, mengatakan potasium sianida merupakan jenis racun yang bisa dibeli secara bebas.

Zat ini biasanya terkandung dalam racun tikus.

Jika masuk ke dalam tubuh, racun itu akan mencegah sel menggunakan oksigen. Akibatnya, sel-sel dalam tubuh akan mati.

Kasus ini kembali mengingatkan masyarakat mengenai kasus tewasnya seorang wanita setelah minum kopi yang ternyata berisi racun sianida.

Baca juga: Pendaftaran Beasiswa LPDP 2021 Dibuka, Berikut Syarat dan Cara Daftarnya

Baca juga: Viral Foto Menyedihkan Tersangka Sate Sianida di Penjara, Cuma Pakai Daster

Kejadian tersebut terjadi tepat pada 6 Januari 2016, yang membuat kematian seorang wanita, Wayan Mirna Salihin, setelah menenggak kopi tersebut.

Ketika itu, Mirna yang berusia 27 tahun akhirnya menghembuskan napas terakhirnya dalam perjalanan menuju ke rumah sakit.

Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved