Sosok
Al Khawarizmi, Ilmuan Muslim Yang Bawa Pengaruh Besar Bidang Matematika, Pelopor Algoritma & Angka 0
Sebelumnya, para ilmuan menggunakan sistem angka Romawi, seperti I, II, III, IV, V, VII, IX, dan seterusnya untuk menuliskan angka.
Penulis: Yeni Hardika | Editor: Zaenal
SERAMBINEWS.COM - Matematika bukanlah ilmu yang asing bagi setiap orang.
Pasalnya, bidang pengetahun ini sudah dikenalkan sejak duduk di bangku Sekolah Dasar.
Ilmu matematika tidak sekedar berhitung perkalian, pembagian, penjumlahan dan pengurangan saja.
Di level yang lebih tinggi, Matematika bisa lebih kompleks lagi.
Sehingga, ilmu matematika bukan hanya dipergunakan untuk kehidupan sosial, tapi juga berperan penting dalam kemajuan peradaban dan kemajuan teknologi umat manusia.
Pada bidang teknologi, misalnya saja seperti mesin pencari google atau fitur pencarian di berbagai media sosial yang hampir setiap hari digunakan.
Untuk bisa melakukan pencarian sesuai dengan kata kunci, digunakan konsep matematika yang disebut algoritma.
Inilah yang membuat tampilan di layar pencarian secara otomatis menampilkan hasil yang paling relevan dengan kata kunci yang dimasukkan.
Baca juga: Gegara Bongkar Aib Virus Corona Buatan Manusia, Orangtua Ilmuan Ini Kini Bernasib Pilu
Baca juga: Mengerikan! Ilmuan Berhasil Buktikan Sisi Gelap Mi Instan, Masih Berani Mengonsumsinya?
Lalu, tahukah kamu darimana konsep algoritma itu berasal?
Ternyata, konsep rumit tersebut telah diperkenalkan berabad-abad lalu oleh seorang pakar matematika muslim.
Ilmuwan itu adalah Al Khawarizmi, yang juga merupakan pelopor konsep aljabar serta bilangan nol.
Seperti apa sosok dari Bapak Matematika Dunia ini?
Bagaimana pula pengaruh keilmuannya terhadap bidang Matematika?
Berikut ulasannya sebagaimana dirangkum Serambinews.com dari Kompas.com.
Lahir di Baghdad
Melansir Kompas.com, Rabu (5/5/2021), Al Khawarizmi lahir pada tahun 780 Masehi di wilayah Baghdad, Irak dengan nama lengkap Muhammad Ibnu Musa Al Khawarizmi.
Baca juga: Aktivitas Baru di Laut China Selatan, Ilmuan Temukan Waduk Air Tawar di Pulau Buatan Beijing
Baca juga: Nahdlatul Ulama Memberikan Tips dari Ilmuan Islam Ibnu Sina Ketika Menghadapi Krisis Kesehatan
Tidak banyak yang diketahui tentang masa kecil ilmuan itu.
Namun, catatan sejarah mengungkap bahwa ketika dewasa dia bekerja di Bait al-Hikmah, perpustakaan sekaligus pusat kajian keilmuan terbesar yang ada di Baghdad.
Sementara itu, dikutip BBC, 7 Desember 2020, Bait al-Hikmah awalnya dibangun pada akhir abad ke-8 M sebagai perpustakaan pribadi tempat Sultan Harun Al-Rasyid menyimpan koleksinya.

Tapi, 30 tahun setelah didirikan, perpustakaan itu mulai dibuka untuk kalangan akademisi.
Karena koleksi literatur di Bait al-Hikmah yang sangat lengkap dan beragam, banyak ilmuan dari berbagai penjuru dunia datang untuk belajar di sana.
Tidak hanya untuk ilmuan beragama Islam saja, akses Bait al-Hikmah juga dibuka untuk ilmuan beragama Yahudi dan Nasrani.
Baca juga: Aktivitas Baru di Laut China Selatan, Ilmuan Temukan Waduk Air Tawar di Pulau Buatan Beijing
Di tempat itulah, Al Khawarizmi menuliskan buah-buah pemikirannya, yang turut berkontribusi terhadap perkembangan ilmu pengetahuan modern.
Karya-karya Al Khawarizmi
Al Khawarizmi merupakan salah seorang ilmuan penting dalam sejarah perkembangan ilmu pengetahuan dunia.
Al Khawarizmi wafat pada tahun 850 M.
Namun, karya-karyanya telah membawa perubahan besar dan masih bisa dirasakan hingga sekarang.
Kontribusi besar Al Khawarizmi antara lain memperkenalkan sistem angka Arab, konsep aljabar, dan juga algoritma.
Melansir Britannica, karya-karya tersebut dia hasilkan ketika bekerja di Bait al-Hikmah, pada saat Baghdad dipimpin oleh Khalifah Al Ma'mun.
1. Konsep aljabar
Salah satu konsep matematikan yang masih dipelajari dan dipakai hingga saat ini ialah Aljabar.
Aljabar adalah cabang Matematika yang menggabungkan angka rasional, irasional, dan magnitude geometris yang menjadi objek-objek dalam aljabar.
Pada abad XII, karya Al Khwarizmi yang berjudul Al Kitab al mukhtasar fi hisab al-jabr wa'l-muqabala diterjemahkan ke bahasa Latin.
Karya tersebut memuat konsep aljabar.
Nama aljabar sendiri diambil dari terjemahan Latin dari buku tersebut, yakni algebra.
Konsep aljabar memukau banyak cendekiawan Latin pada saat itu, karena merupakan sesuatu yang benar-benar baru, namun berhasil memberi solusi atas sejumlah pertanyaan.
Dalam buku tersebut, Al Khawarizmi juga mendeskripsikan penggunaan aljabar untuk keperluan pembagian harta warisan, yang sesuai dengan syariat Islam.
2. Sistem angka Arab
Al Khawarizmi membawa perubahan besar di bidang matematika, setelah karyanya yang memperkenalkan penggunaan sistem angka Arab diterjemahkan ke bahasa Latin.
Sistem tersebut menuliskan angka seperti yang kini digunakan secara luas di era modern, yakni 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9, dan 0.
Sebelumnya, para ilmuan menggunakan sistem angka Romawi, seperti I, II, III, IV, V, VII, IX, dan seterusnya untuk menuliskan angka.
Al Khawarizmi juga memperkenalkan konsep angka 0, sesuatu yang sebelumnya tidak dikenal dalam khazanah matematika Barat.
Namun, karya asli yang memuat konsep tersebut kini sudah tidak ada.
Hanya ada salinan berbahasa Latin yang berjudul Algoritmi de numero Indorum.
Kata algoritmi merupakan terjemahan Latin dari nama Al Khawarizmi, yang kemudian juga dipakai sebagai istilah untuk konsep algoritma.
Sementara itu, dalam artikel Kompas.com lainnya, 28 April 2021 yang dilansir dari laman Institut Teknologi Batam (Iteba), angka nol itu diperkenalkan oleh Al Khawarizmi dalam kitab berjudul Al-Jam’a wa Al-Tafriq bi Al-Hisab Al-Hindi.
3. Turut mengembangan tabel sinus, cosinus, trigonometri
Melansir Kompas.com dalam artikel lainnya, 28 April 2021, semasa hidup, Khawarizmi juga berperan dalam pengembangan tabel sinus, cosinus, dan trigonometri.
Matematika bukan satu-satunya keahlian dari ilmuan muslim yang dikenal sebagai Bapak Aljabar dan penemu angka nol ini.
Al-Khawarizmi juga ahli dalam bidang ilmu lain, seperti astronomi, musik, filsafat, geografi, dan kimia.
4. Banyak hasilkan buku
Sepanjang hidupnya, Al-Khawarizmi mengabdi dalam bidang pendidikan dan riset ilmiah.
Hal itu membuatnya mahir menguasai berbagai bahasa dan menerjemahkan buku.
Berkat kecintaannya terhadap dunia pendidikan, Khawarizmi berhasil membuat banyak karya.
Salah satu karya terbesarnya adalah Aljabar.
Buku yang ia tulis berjudul Al-kitab al-mukhtasar fi hisab al-jabr wa’l-muqabala (The Compendious Book on Calculation by Completion and Balancing) menjadi dasar dalam pembelajaran aljabar Ilmu Matematika. (Serambinews.com/Yeni Hardika)
Sebagian artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul Siswa, Yuk Kenali Ilmuwan Penemu Aljabar dan Angka Nol dan Mengenal Al Khawarizmi, Pakar Matematika Muslim Pelopor Aljabar dan Algoritma