Breaking News:

Harga Daging Ikut Mekanisme Pasar, Pemerintah Tak Sediakan Subsidi

Pemerintah tidak menyediakan anggaran subsidi bagi para pedagang daging, sehingga harga daging meugang disesuaikan dengan mekanisme pasar

SERAMBINEWS.COM/HENDRI
Suasana lapak daging di Pasar Lambaro Aceh Besar 

BANDA ACEH - Pemerintah tidak menyediakan anggaran subsidi bagi para pedagang daging, sehingga harga daging meugang disesuaikan dengan mekanisme pasar. “Kita tidak punya anggaran untuk memberikan subsidi. Karenanya soal harga kita serahkan pada mekanisme pasar,” kata Kepala Biro Ekonomi Setda Aceh, Amirullah, Jumat (7/5/2021), usai rapat pembahasan persediaan ternak potong jelang meugang Lebaran Idul Fitri 1442 H.

Rapat yang dipimpin Kepala Biro Ekonomi Setda Aceh itu, dihadiri perwakilan Ditreskrimsus Polda Aceh, Ketua Apindo Aceh, Pengurus Aspeda, Kepala Dinas Peternakan Aceh, Kadisperindag, Kepala BI Aceh.

Pengurus Asosiasi Pedagang Sapi Daerah, Mahdi Usman mengatakan, permintaan daging sapi di Banda Aceh dan Aceh Besar akan meningkat. Sementara Pengurus Apindo Aceh, Ramli mengatakan, harga daging pada meugang puasa ini, hampir sama dengan meugang puasa kemarin, sekitar Rp 140.000-Rp 150.000/kg. Dikatakan, bagi masyarakat Kota Banda Aceh dan Aceh Besar harga segitu masih terjangkau, karena sehari-hari harga daging hariannya sekitar Rp 130.000/kg.

Kadis Peternakan Aceh, drh Rahmandi MSi mengatakan, stok sapi dan kerbau untuk peresedian daging meugang lebaran Idul Fitri 1442 Hijjriah, tahun 2021 masehi ini tersedia dalam jumlah yang cukup. Untuk Aceh Besarada sekitar 1.200 ekor sapi dan kerbau 260 ekor. Banda Aceh ada sekitar 450 ekor dan kerbau 35 ekor.  “Karena populasi sapi Aceh dan sapi dari luar di daerahnya cukup banyak, untuk stoknya kita tidak terlalu kuatir,” ujarnya.

Kepala Dinas Perindag Aceh, Mohd Tanwier mengatakan,  untuk mengendalikan kenaikan harga daging pada meugang Lebaran pemerintah pusat ada program penambahan stok ternak. Namun, dia heran kenapa untuk Aceh tak ada penambahan stok.

Pada rapat dengan Kementerian Perdagangan, untuk menekan lonjakan  harga daging di Aceh, Kemendag merencanakan pengiriman tambahan 519 ekor sapi ke Aceh, melalui sejumlah perusahaan pengadaan sapi potong di Jakarta.

“Tapi anehnya sampai mau pelaksanaan meugang lebaran ini, siapa yang akan melaksanakan pemotongan sapi tersebut, laporannya dari pihak Kementerian belum juga kita terima,” tandas Mohd Tanwier.

Sementara utusan Ditreskrimsus Polda Aceh, Jatmiko mengatakan, kalau tambahan sapi itu belum ada informasi, bisa ditanyakan kembali kepada pihak Kementerian Perdagangan, program bantuan sapinya jadi atau tidak.

Ditreskrimsus Polda Aceh selaku Ketua Satgas Pangan Aceh, kata Jatmiko,  mengimbau para pedagangans api, jangan terlalu tinggi menjual daging sapinya pada meugang lebaran ini.

Para pedagang daging, juga harus memikirkan kondisi prihatin masyarakata dan daya beli dalam masa pandemi covid 19 ini, masih terbatas sekali. Karena itu, daging meugangnya dijual dengan harga yang wajar dan rasional.

Jika harga hariannya Rp 130.000/kg, kalaupun mau dinaikkan pada meugang lebaran nanti, karena biaya pemeliharaan sapinya sudah tinggi, sedikit saja dinaikkan. “Tujuannya supaya masyarakat yang kurang mampu, bisa menjangkau harga daging tersebut,” ujar Jatmiko.(her)   

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved