Sabtu, 11 April 2026

Berita Banda Aceh

Kerap Timbulkan Korban, Penyelesaian Konflik Gajah di Aceh Harus Ditangani Serius

TA Khalid meminta para pihak di Aceh dan di pusat agar serius menangani konflik satwa lindung, terutama gajah

Penulis: Muhammad Nasir | Editor: Muhammad Hadi
SERAMBINEWS.COM/HENDRI
Anggota Komisi IV DPR RI asal Aceh, TA Khalid dalam peningkatan kapasitas anggota Forum Jurnalis Lingkungan Aceh, Rabu (5/5/2021) di Banda Aceh. 

Laporan Muhammad Nasir I Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH -  Konflik antara gajah dengan manusia di Aceh masih terus berlanjut.

Dampaknya, kerap menimbulkan korban, baik gajah yang diburu, hingga perkebunan warga yang rusak.

Upaya penyelesaian oleh pihak terkait sudah dilakukan, namun belum memberikan hasil yang sesuai harapan. 

Penyelesaian konflik gajah dengan manusia mendesak dilakukan agar populasi gajah terselamatkan dan manusia bisa beraktivitas secara produktif.

Hal itu disampaikan oleh Anggota Komisi IV DPR RI asal Aceh, TA Khalid dalam peningkatan kapasitas anggota Forum Jurnalis Lingkungan Aceh, Rabu (5/5/2021) di Banda Aceh. 

Baca juga: Kasus Covid-19 di Banda Aceh Kembali Naik, Forkopimda Akan Razia Prokes, Pelanggar Ditindak

TA Khalid meminta para pihak di Aceh dan di pusat agar serius menangani konflik satwa lindung, terutama gajah.

Kegiatan tersebut bekerja sama antara Tropical Forest Conservation Action for Sumatera (TFCA-Sumatera), Lembaga Suar Galang Keadilan (LSGK), dan Forum Jurnalis Lingkungan (FJL) Aceh.

“Pembuatan parit pembatas atau barrier menjadi salah satu solusi selain pemulihan habitat,” kata TA Khalid.

Ketua Gerindra Aceh itu menambahkan konflik satwa tidak terlepas dari kerusakan hutan. Informasi yang dia himpun kerusakan hutan Aceh dalam setahun mencapai 684 ribu hektar.

“Saya akan mengadakan rapat koordinasi dengan para pihak di Aceh mendiskusikan persoalan konflik gajah,” kata TA Khalid.

Data dari Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh sejak 2016 hingga 2020  konflik gajah terjadi sebanyak 429 kali.

Baca juga: Gajah Berkeliaran dan Obrak-abrik Kebun Petani Leuser, Ketua DPRK Agara Minta BKSDA Turun Tangan

Adapun kematian gajah selama 5 tahun sebanyak 43 individu. Penyebab kematian sebesar 57 persen karena konflik, 33 persen mati alami, dan 10 persen karena perburuan.

TA Khalid mengatakan gajah sumatera harus diselamatkan sebab ini tergolong satwa langka di dunia. Gajah juga menjadi penebar benih alami dalam menjaga tutupan hutan.

TA Khalid berharap ada solusi terbaik dari para pihak agar hutan terselamatkan, populasi gajah terlindungi, dan warga di kawasan hutan bisa beraktivitas secara produktif.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved