Breaking News:

Berita Banda Aceh

Kerap Timbulkan Korban, Penyelesaian Konflik Gajah di Aceh Harus Ditangani Serius

TA Khalid meminta para pihak di Aceh dan di pusat agar serius menangani konflik satwa lindung, terutama gajah

SERAMBINEWS.COM/HENDRI
Anggota Komisi IV DPR RI asal Aceh, TA Khalid dalam peningkatan kapasitas anggota Forum Jurnalis Lingkungan Aceh, Rabu (5/5/2021) di Banda Aceh. 

Laporan Muhammad Nasir I Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH -  Konflik antara gajah dengan manusia di Aceh masih terus berlanjut.

Dampaknya, kerap menimbulkan korban, baik gajah yang diburu, hingga perkebunan warga yang rusak.

Upaya penyelesaian oleh pihak terkait sudah dilakukan, namun belum memberikan hasil yang sesuai harapan. 

Penyelesaian konflik gajah dengan manusia mendesak dilakukan agar populasi gajah terselamatkan dan manusia bisa beraktivitas secara produktif.

Hal itu disampaikan oleh Anggota Komisi IV DPR RI asal Aceh, TA Khalid dalam peningkatan kapasitas anggota Forum Jurnalis Lingkungan Aceh, Rabu (5/5/2021) di Banda Aceh. 

Baca juga: Kasus Covid-19 di Banda Aceh Kembali Naik, Forkopimda Akan Razia Prokes, Pelanggar Ditindak

TA Khalid meminta para pihak di Aceh dan di pusat agar serius menangani konflik satwa lindung, terutama gajah.

Kegiatan tersebut bekerja sama antara Tropical Forest Conservation Action for Sumatera (TFCA-Sumatera), Lembaga Suar Galang Keadilan (LSGK), dan Forum Jurnalis Lingkungan (FJL) Aceh.

“Pembuatan parit pembatas atau barrier menjadi salah satu solusi selain pemulihan habitat,” kata TA Khalid.

Ketua Gerindra Aceh itu menambahkan konflik satwa tidak terlepas dari kerusakan hutan. Informasi yang dia himpun kerusakan hutan Aceh dalam setahun mencapai 684 ribu hektar.

Halaman
12
Penulis: Muhammad Nasir
Editor: Muhammad Hadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved