Breaking News:

Sejarah Terciptanya Israel, Benarkah Bentuk Minta Maaf Eropa atas Peristiwa Holocaust?

Israel bukanlah ciptaan kolonialisme Eropa: adanya Israel sebagian besar adalah karya orang Yahudi yang pindah ke Israel saat ini.

Editor: Amirullah
Anadolu Agency
"Tuhan akan menghancurkan Masjid Al-Aqsa dan akan membawakan kuil ketiga ke bumi sebagai gantinya," tambahnya. 

SERAMBINEWS.COM -  Israel saat ini dikenal sebagai sebuah negara walaupun tak semua negara di dunia mengakuinya.

Hal tersebut tak lepas dari tindakan brutal Israel yang merebut tanah warga Palestina.

Warga Yahudi terus membangun pemukiman ilegal di wilayah Palestina, bahkan tak segan merebut rumah warga Palestina yang sudah ditempatinya.

Lantas, bagaimana cikal bakal terbentuknya Israel?

Sebenarnya ada dua kesalahpahaman di balik gagasan bahwa Eropa menciptakan Israel untuk meminta maaf atas Holocaust.

Yang pertama adalah bahwa Eropa menciptakan negara Israel, dan dengan demikian Israel merupakan perpanjangan dari kolonialisme Eropa.

Baca juga: Kru Film Diminta Tinggalkan Subulussalam, Terganjal Izin WNA dan Larangan Mudik

Baca juga: Perjuangan Ibu Melahirkan 9 Bayi Kembar Sekaligus di Mali, Sempat Hampir Mati karena Kehabisan Darah

Yang kedua adalah bahwa penciptaan Israel merupakan tanggapan terhadap Holocaust.

Keduanya memiliki elemen kebenaran, tetapi bukan deskripsi yang benar tentang pendirian Israel.

Pertama, Israel bukanlah ciptaan kolonialisme Eropa: adanya Israel sebagian besar adalah karya orang Yahudi yang pindah ke Israel saat ini.

Memang benar bahwa pada tahun 1917, Inggris mengeluarkan Deklarasi Balfour yang terkenal menjanjikan orang-orang Yahudi sebuah tanah air di Palestina yang dikuasai Inggris selama ini tidak melemahkan hak-hak non- Yahudi di sana.

Tetapi pada tahun 1930-an, ketika imigrasi Yahudi dan ketegangan Yahudi-Arab meningkat, Inggris mencoba membatasi dengan tajam imigrasi Yahudi ke daerah tersebut.

Baca juga: Sudah Jelas Serang Warga Palestina, Netanyahu Justru Sebut Israel Bertindak Secara Bertanggung Jawab

Inggris juga mendorong pengungsian orang Yahudi ke kamp pengungsian di Siprus dan di tempat lain.

Orang Yahudi menyelundupkan sejumlah besar imigran gelap pada tahun 1940-an; Milisi Yahudi yang dibentuk untuk melawan orang Arab juga melakukan operasi kekerasan terhadap Inggris, yang mereka anggap sebagai musuh.

Dengan kata lain, ini sama sekali bukan proyek gabungan Eropa- Yahudi.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved