Internasional
Arab Saudi dan Mesir Kutuk Israel, Abaikan Hak-hak Warga Palestina di Jerusalem
Arab Saudi dan Mesir pada Senin (10/5/2021) mengutuk keras Israel karena merusak hak-hak warga Palestina di Jerusalem.
SERAMBINEWS.COM, RIYADH - Arab Saudi dan Mesir pada Senin (10/5/2021) mengutuk keras Israel karena merusak hak-hak warga Palestina di Jerusalem.
Komentar itu muncul setelah pembicaraan antara Menteri Luar Negeri Pangeran Faisal bin Farhan dan mitranya dari Mesir Sameh Shoukry tentang perkembangan di Jerusalem.
"Para menteri membahas perkembangan pesat di arena Palestina, dan serangan Israel baru-baru ini ke dalam kompleks masjid Al-Aqsa," kata Ahmed Hafez, juru bicara kementerian luar negeri Mesir.
Shoukry memberi pengarahan kepada Pangeran Faisal dan Mesir yang menyerukan Israel untuk memikul tanggung jawab menghentikan pelanggaran ini sesuai dengan aturan hukum internasional.
Israel juga harus memberikan perlindungan yang diperlukan bagi warga sipil Palestina.
Baca juga: Perdana Menteri Israel Keras Kepala, Gusur Rumah Palestina, Bangun Pemukiman Yahudi di Jerusalem
Kedua menteri juga menegaskan penolakan mereka terhadap semua praktik ilegal yang bertujuan merusak hak-hak sah warga Palestina.
Selama panggilan tersebut, mereka juga meninjau hubungan antara negara mereka, dan cara untuk meningkatkan kerja sama, kata kementerian luar negeri Kerajaan.
Sebelumnya Mesir mengecam keras pasukan Israel karena menyerbu masjid Al-Aqsa di Jerusalem, mengusir jamaah Palestina dari dalam kompleks, dan menolak akses mereka.
Kementerian luar negeri meminta Israel untuk memikul tanggung jawabnya terkait perkembangan yang cepat dan berbahaya ini, yang akan menyebabkan lebih banyak ketegangan.
Baca juga: Amerika Serikat Prihatin Atas Kekerasangan di Jerusalem
Lebih dari 300 orang terluka pada Senin (10/5/2021) dalam bentrokan baru antara warga Palestina dan polisi Israel di kompleks itu, menjelang perayaan Israel atas pengambilalihan Jerusalem tahun 1967.
Mesir juga menekankan perlunya menghentikan semua amalan yang melanggar kesucian Al-Aqsa, terutama saat Ramadhan.
“Ini sejalan dengan aturan hukum internasional dan untuk memberikan semua jenis perlindungan bagi warga sipil Palestina di kompleks Masjid Al-Aqsa dan seluruh Yerusalem Timur," katanya.
Kekerasan sejak Jumat adalah yang terburuk di Jerusalem sejak 2017.
Didorong oleh upaya jangka panjang oleh pemukim Yahudi untuk mengusir beberapa keluarga Palestina dari lingkungan terdekat Sheikh Jarrah di Jerusalem Timur.
Baca juga: Dewan Wakaf Jordania Bersama Arab dan Uni Eropa Kecam Meletusnya Kekerasan di Jerusalem
Sidang Mahkamah Agung atas banding Palestina dalam kasus yang semula ditetapkan pada Senin (10/5/2021) dibatalkan oleh kementerian kehakiman karena ketegangan.
Dewan Keamanan PBB mengadakan pertemuan informal atas permintaan Tunisia mengenai kerusuhan di Jerusalem.
Menteri luar negeri Liga Arab dan Organisasi Kerja Sama Islam mengatakan mereka akan mengadakan sesi darurat pada Selasa (11/5/2021).
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/arab-saudi-dan-mesir-bahas-jerusalem.jpg)