Aminullah Usman, Wali Kota, Mantan Bankir dan Ikan Asin
Karena ekonomi keluarga ketika itu yang pas-pasan, Aminullah harus menyiasati uang jajan kirimannya. Salah satu caranya adalah membuat ikan asin
Karena itu banyak warga yang menyekolahkan anaknya ke tempat yang jauh. Aminullah sendiri harus bersekolah jauh dari rumah.
Dia sejak kecil hidup ngekos di Kecamatan Teunom. Di tempat inilah mantan bankir ini menamatkan sekolahnya, dari jenjang MIN hingga MTsN.
Dia kemudian melanjutkan ke SMEA Meulaboh, dan selanjutnya ke Banda Aceh, kuliah di Fakultas Ekonomi Universitas Syiah Kuala.
Karena itu, meski terlihat bergaya kelas atas, Aminullah tetap memiliki sisi khas masyarakat desa. Salah satunya adalah soal selera makanan.
Ya, Aminullah Usman ternyata sangat menyukai ikan asin. Masa kecilnya juga sangat akrab dengan ikan yang diawetkan ini.
Untuk memenuhi seleranya itu, Aminullah sengaja pergi ke Lhokseudu. Desa pinggir laut di Kecamatan Leupung, Aceh Besar, yang memang terkenal sebagai sentra penghasil ikan asin terbaik.
Setahun sekali, Aminullah pasti akan ke Lhokseudu untuk memborong ikan asin. Rutinitas itu selalu dilakukannya di setiap bulan Ramadhan.
Sangking seringnya berkunjung, para pedagang di sana selalu berharap Aminullah datang.
Biasanya, kunjungan ke Lhokseudu ini dilakukan di minggu pertama Ramadhan. Tapi tahun ini, karena kesibukannya yang padat, Bang Carlos baru bisa datang di minggu terakhir.
Biasanya saat ke Lhokseudu, Aminullah akan melepas semua setelan pejabatnya. Dia hanya menggenakan pakaian kasual sederhana. Terkadang menggenakan jeans dan kaos oblong.
Begitu keluar dari pintu mobil, wajah sumringah pedagang langsung menyambut. Salah satunya adalah Lamiyati.
Baca juga: Ucapan Idul Fitri 1442 Hijriah dalam Bahasa Arab Mengandung Doa yang Singkat, Lengkap dengan Artinya
Baca juga: Hasrat Ingin Beli Chip Higgs Domino, Dua Siswa di Aceh Gelap Mata, Tega Rampok dan Bunuh Neneknya
Baca juga: Teknik Melunakkan Daging, Dijamin Empuk tanpa Presto
Bagi perempuan ini, kedatangan Aminullah memang sangat bermakna. Mengingat lesunya pasar akibat pandemi Covid-19, ditambah lagi lebaran yang kian dekat.
"Sepi sekali Pak sekarang. Terutama sejak covid covid ini. Kalau dulu ada tamu dari Malaysia sering singgah," ungkapnya.
"Alhamdulillah Bapak datang. Bapak beli ikan asin ini sudah seperti dapat THR bagi saya," ungkap perempuan pedagang ikan asin itu sambil tersenyum.
Ungkapan Lamiyati itu tidak berlebihan. Aminullah memang selalu membeli ikan asin dalam jumlah banyak, dengan berbagai jenis, mulai dari ikan teri hingga ikan asin dalam ukuran besar.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/aminullah-dan-ikan-asin.jpg)