Opini
Ramadhan Momentum Evaluasi Diri
Sudah banyak disebutkan dari berbagai sumber baik dari Alquran, hadits dan juga kitab-kitab para ulama akan keutamaan bulan Ramadhan
Seorang yang beriman mengevaluasi dirinya, mengawasinya serta meluruskannya supaya berada di atas keadaan yang paling baik, maka dia mengevaluasi dirinya atas amal perbuatannya, memaksakan dirinya sendiri supaya beribadah dan taat sehingga bisa beribadah dengan keikhlasan yang sempurna, bersih dari sifat riya, ujub, taqabur dalam amal. Ia juga mencari amalan demi negeri akhirat yang abadi, dan mengevaluasi dirinya supaya amal shalihnya bisa sesuai dengan sunnah Nabi SAW, terus-menerus dilakukan dan kontinyu tanpa tertolak dan tanpa terputus.
Seorang Muslim sebelum datangnya bulan Ramadhan mengucapkan kata-kata yang tidak baik atau menyakiti orang lain. Maka di bulan suci Ramadhan ini hendaknya dia mengevaluasi segala ucapan dan perkataannya, sehingga tidak melepaskan ucapannya dengan lafazh-lafazh batil dan haram, dan hendaklah ia ingat bahwa, ada dua malaikat yang ditugaskannya kepadanya, keduanya menulis setiap apa yang diucapkan lisannya, dan setiap amalan yang dia amalkan, kemudian diberi pahala atau dihukum.
Sebagaimana firman Allah yang artinya: "Dan sesungguhnya atas kalian malaikat-malaikat yang menjaga, yang mulia lagi menulis, mereka mengetahui apa yang kalian kerjakan." (QS. Al-Infitar: 10, 11-12).
Diperkuat lagi dengan satu hadits dari Abu Hurairah ra. beliau berkata: Rasulullah SAW bersabda: "Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir maka hendaklah dia berkata yang baik atau diam." (HR. Bukhari dan Muslim). Dan hal ini tidak mungkin dilakukan kecuali dengan mengevaluasi jiwanya.
Berungtunglah orang-orang yang menjadikan bulan Ramadhan untuk mengevaluasi dirinya dan melaksanakan amal ibadah sebanyak-banyaknya dengan khusyuk dan mengharap ridha Allah SWT dan barangsiapa seseorang mengikuti hawa nafsunya, berpaling dari
Alquran dan Al-Hadits, serta melakukan apa yang disenangi hawa nafsu dan syahwatnya, melakukan dosa-dosa besar, dan menyerahkan kepemimpinan kepada syaitan, maka syaitan akan menggiringya kepada seluruh dosa besar, dan akan kekal bersama syaitan dalam adzab yang pedih di neraka kelak.
Mari kita jadikan bulan Ramadhan sebagai momentum untuk evaluasi diri, Ramadhan juga bulan mengevaluasi keshalehan pribadi dan sosial. Puasa sarat dengan nilai-nilai edukasi, seperti berbakti kepada kedua orangtua, kejujuran, saling melindungi, senang
berbagi antar sesama, kesabaran, kedermawanan, kepemimpinan yang ideal, kesamaan di dalam hukum, kedinamisan hidup dan etos kerja di setiap lini kehidupan. Email:
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/dr-murni-mpd-anggota-ikatan-sarjana-alumni-dayah-aceh-isad-aceh.jpg)