Breaking News:

Internasional

Warga Yahudi dan Arab-Israel Saling Serang Orang dan Bangunan di Jerusalem

Warga Yahudi dan Arab-Israel saling melakukan serangan di wilayah komunitas mereka di Jerusalem.

AFP/Hazem BADER
Seorang pemuda Palestina melempar batu dengan ketape ke arah pasukan keamanan Israel, saat bentrokan terjadi di Kota Hebron, Tepi Barat, Jumat (14/5/2021) 

SERAMBINEWS.COM, JERUSALEM - Warga Yahudi dan Arab-Israel saling melakukan serangan di wilayah komunitas mereka di Jerusalem.

Permusuhan itu telah memicu ketegangan antara orang Yahudi dan 21 persen minoritas Arab di negara itu yang tinggal bersama di beberapa komunitas.

Dilansir AFP, Jumat (14/5/2021), kelompok Yahudi dan Arab menyerang orang dan merusak toko, hotel dan mobil dalam semalam.

Di Bat Yam, selatan Tel Aviv, puluhan orang Yahudi memukuli dan menendang seorang pria yang dianggap orang Arab saat berbaring di tanah.

Baca juga: AS Prihatikan Kekerasan di Jalanan Jerusalem, Bentrokan Warga Palestina dan Israel Makin Tinggi

Satu orang ditembak dan terluka parah oleh orang Arab di kota Lod.

Pihak berwenang memberlakukan jam malam.

Lebih dari 150 penangkapan dilakukan di Lod dan kota-kota Arab di Israel utara, kata polisi.

Presiden Israel Reuven Rivlin menyerukan diakhirinya "kegilaan ini".

Meskipun kerusuhan terbaru di Jerusalem menjadi pemicu langsung permusuhan, warga Palestina dibuat frustrasi oleh kemunduran aspirasi untuk negara merdeka.

Baca juga: Perang Saudara Terancam Pecah di Jerusalem, Warga Palestina dan Yahudi Saling Serang

Termasuk pengakuan Washington atas sengketa Jerusalem sebagai ibu kota Israel.

Di bidang politik Israel, peluang Netanyahu untuk tetap berkuasa setelah pemilu 23 Maret 2021 yang tidak meyakinkan tampaknya meningkat secara signifikan.

Setelah saingan utamanya, Yair Lapid, mengalami kemunduran besar dalam upaya membentuk pemerintahan.

Baca juga: OKI Segera Gelar Pertemuan Darurat, Bahas Konflik Jerusalem dan Jalur Gaza

Perdana Menteri Inggris Boris Johnson menyerukan penurunan mendesak kekerasan.

Presiden Prancis Emmanuel Macron mendesak pengaturan ulang yang pasti dari negosiasi Israel-Palestina yang telah lama membeku.

Presiden Rusia Vladimir Putin dan Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa Antonio Guterres juga mengimbau diakhirinya pertempuran tersebut.(*)

Editor: M Nur Pakar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved