Breaking News:

Berita Luar Negeri

Senjata ISIS di Gurun Sahara Disita Tentara Inggris, Operasi Melelahkan Berdasarkan Data Intelijen

Pasukan tentara Inggris terlibat dalam operasi untuk menyita senjata ISIS di Mali di tengah badai pasir dan suhu lebih dari 50 derajat Celcius

Editor: Muhammad Hadi
(REUTERS/Yaser Al-Khodor)
Militan ISIS berparade di kota Tel Abyad, Suriah (ilustrasi) 

Senjata ISIS di Gurun Sahara Disita Tentara Inggris, Operasi Melelahkan Berdasarkan Data Intelijen 

SERAMBINEWS.COM - Pasukan tentara Inggris terlibat dalam operasi untuk menyita senjata ISIS di Mali di tengah badai pasir dan suhu lebih dari 50 derajat Celcius.

Sekitar 100 tentara Inggris dari Light Dragoons dan Royal Anglian Regiment, menemukan senjata ISIS, berupa senapan AK47, ratusan butir amunisi, pakaian kamuflase, radio, ponsel, dan ratusan liter bahan bakar.

Kementerian Pertahanan (MoD) mengatakan misi penemuan senjata ISIS tersebut dilakukan dengan dukungan khusus tim pencari, Royal Engineers, di tengah kondisi sangat menantang.

Melansir Sky News pada Sabtu (15/5/2021), kadang-kadang jarak pandang para tentara hanya 30 meter di tengah badai pasir.

Baca juga: Quartararo, Vinales dan Miller di Front Row, Ini Starting Grid MotoGP Prancis 2021

Sementara, mereka membawa peralatan sebesar 45 kg dengan suhu di atas 50 derajat Celcius, saat dalam perjalanan menuju Mali dekat perbatasan Niger, pada awal Mei.

Itu adalah operasi "pengepungan dan pencarian" pertama, yang bertindak atas dasar data intelijen yang dikumpulkan secara proaktif oleh pasukan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di Mali.

Sementara, mereka mencurigai militan ISIS telah melarikan diri dengan berenang melintasi Sungai Niger sebelum tentara Inggris tiba di sana.

Kementerian Pertahanan mengatakan, ISIS di Kawasan Gurun Sahara (ISGS) telah mengintimidasi penduduk setempat di Mali, memeras uang, dan menyerang orang-orang yang menolak untuk memenuhi tuntutan mereka.

Baca juga: Barcelona Dikabarkan Berencana Melego 14 Pemain, Ini Pemain yang Masuk Daftar Jual

"Menghapus senjata dan mensabotase operasi ekstremis akan membuat perubahan nyata bagi masyarakat lokal," ungkap Menteri Angkatan Bersenjata Inggris James Heappey.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved