Internasional
Kelompok HAM Bersama AS, Inggris dan Jerman Menuduh China Terus Menindas Muslim Uighur
elompok hak asasi manusia (HAM) bersama Amerika Serikat, Inggris, dan Jerman menuduh China melakukan kejahatan besar-besaran terhadap minoritas
SERAMBINEWS.COM, NEW YORK - Kelompok hak asasi manusia (HAM) bersama Amerika Serikat, Inggris, dan Jerman menuduh China melakukan kejahatan besar-besaran terhadap minoritas Muslim Uighur.
Mereka juga menuntut akses tanpa hambatan bagi para ahli PBB pada pertemuan virtual dengan China sebagai bermotivasi politik dan berdasarkan "kebohongan.
Misi PBB China mengirim catatan ke banyak dari 193 negara anggota PBB minggu lalu mendesak mereka untuk tidak berpartisipasi dalam acara anti-China, seperti dilansir AFP, Sabtu (15/5/2021).
Duta Besar China untuk PBB Zhang Jun mengirim pesan teks kepada 15 sponsor Barat dari pertemuan tersebut.
Dia menyatakan keterkejutannya atas dukungan dan mendesak mereka untuk berpikir dua kali" dan menariknya.
Dia memperingatkan jika tidak, itu akan merusak hubungan dan kerja sama kita.
Pada pertemuan tersebut, Duta Besar Inggris untuk PBB Barbara Woodward menyebut situasi di Xinjiang sebagai
salah satu krisis hak asasi manusia terburuk di zaman ini.
“Bukti, dari semakin banyak sumber yang dapat dipercaya, termasuk citra satelit, kesaksian korban selamat dan dokumen Pemerintah China,:" kata Woodward, sebelumnya Duta Besar Inggris di China.
“Bukti menunjukkan program penindasan terhadap kelompok etnis tertentu," ujarnya.
"Ekspresi agama telah dikriminalisasi dan bahasa serta budaya Uighur didiskriminasi secara sistematis dan dalam skala besar," tambahnya.
Dalam beberapa tahun terakhir, diperkirakan 1 juta orang atau lebih telah dikurung di kamp-kamp di Xinjiang, menurut pemerintah dan peneliti asing.
Sebagian besar Uighur, kelompok etnis yang sebagian besar Muslim.
Baca juga: PBB akan Bahas Isu Muslim Uighur, Cina marah dan Desak Negara Lainnya Tidak Hadir
Pihak berwenang telah dituduh melakukan kerja paksa, pengendalian kelahiran paksa sistematis dan penyiksaan.
Pemerintah China dengan tegas menolak tuduhan tersebut. Ini telah menandai kamp-kamp, yang dikatakan sekarang ditutup.
Dengan alasan sebagai pusat pelatihan kejuruan untuk mengajar bahasa Mandarin.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/ilustrasi-etnis-uighur-melintas-di-depan-pasukan-keamanan-china.jpg)