Kamis, 11 Juni 2026

Israel Makin Brutal

Serangan udara Israel ke Jalur Gaza, Palestina, semakin brutal. Negara Yahudi tak henti-hentinya memborbardir kawasan Palestina

Tayang:
Editor: hasyim
ANTARA FOTO/REUTERS/MOHAMMED SALEM
Serangan udara Israel ke Jalur Gaza, Palestina, semakin brutal. Negara Yahudi tak henti-hentinya memborbardir kawasan Palestina sejak 10 Mei 2021 lalu, yang telah menyebabkan seratusan orang meninggal dunia dan seribuan lainnya luka-luka 

* Serangan Udara Bombardir Jalur Gaza

* 181 Warga Palestina Meninggal Dunia

GAZA - Serangan udara Israel ke Jalur Gaza, Palestina, semakin brutal. Negara Yahudi tak henti-hentinya memborbardir kawasan Palestina sejak 10 Mei 2021 lalu, yang telah menyebabkan seratusan orang meninggal dunia dan seribuan lainnya luka-luka.

Pesawat tempur Israel melancarkan serangan udara secara simultan ke berbagai wilayah Gaza. Ledakan kuat terdengar di barat, utara, dan selatan kota. Para saksi mata mengatakan serangan masif itu membombardir rumah-rumah dan jalan-jalan. Banyak orang yang terluka dan terjebak di bawah puing-puing.

Terbaru, sebanyak 33 warga Palestina meninggal akibat serangan roket pada Minggu (16/5/2021) pagi waktu setempat, 13 di antaranya adalah anak-anak. LBC melaporkan, serangan tersebut adalah serangan paling mematikan dari Israel selama sepekan terakhir. "Serangan dini hari tersebut terjadi di rumah-rumah di pusat Kota Gaza", sebut Pejabat Kesehatan Gaza Palestina, dilansir dari Reuters.

Dengan kejadian ini, jumlah korban tewas di Gaza melonjak menjadi 181 orang, termasuk 52 anak-anak, sedangkan korban luka-luka sedikitnya mencapai 1.122 orang. Sementara di kubu Israel, 10 orang termasuk dua anak tewas dalam serangan roket yang diluncurkan oleh Hamas dan kelompok militan lainnya.

Dalam serangan udara pada Minggu pagi waktu setempat, militer Israel mengklaim telah menyerang rumah Yehya Al-Sinwar di Kota Gaza Selatan, Khan Younis. Sinwar merupakan Petinggi Politik dan Militer Hamas di Gaza yang dibebaskan dari penjara Israel pada tahun 2011 silam.

Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, mengatakan serangan udara ke Gaza akan terus berlanjut selama dibutuhkan. Sejauh ini, negara Zionis itu telah melancarkan lebih dari 1.000 serangan udara dan artileri ke jalur pantai yang berpenduduk padat.

“Israel masih di tengah-tengah operasi ini, masih belum berakhir dan operasi ini akan berlanjut selama diperlukan,” ujar Benjamin Netanyahu.

Sebelumnya, Israel menyerang dan menghancurkan gedung 12 lantai di Gaza City yang merupakan kantor dari media Associated Press dari AS dan kantor Al Jazeera yang berbasis di Qatar. Militer Israel mengatakan gedung bernama al-Jala tersebut adalah target militer yang sah dan menuding bahwa gedung tersebut merupakan kantor militer Hamas. Israel mengeklaim telah memberikan peringatan kepada warga sipil untuk keluar dari gedung tersebut.

Associated Press mengutuk serangan itu dan meminta Israel untuk mengajukan bukti kehadiran Hamas di gedung itu. "Kami tidak memiliki indikasi Hamas berada di dalam gedung tersebut atau aktif di dalam gedung," ujar Associated Press.

Setelah Israel mengebom gedung al-Jala, Hamas membalas dengan menembakkan 120 roket dalam semalam. Israel menyatakan, banyak di antara roket tersebut berhasil dicegat dan sekitar 12 roket jatuh di Gaza.

Mengutip dari AFP pada Minggu (16/5/2021), tentara Israel mengatakan bahwa tak kurang dari 3.000 roket ditembakkan dari Gaza yang dikuasai Hamas ke pemukiman warga di Israel sejak konflik tujuh hari lalu. "Hamas telah melakukan serangan yang sangat intens dalam hal serangan udara," ujar Komandan Komando Regional Angkatan Bersenjata Israel (IDF), Mayor Jenderal Ori Gordin mengutip dari AFP.

Hamas mengancam akan terus melanjutkan serangan roket dengan menghantam kota seperti Tel Aviv. Sementara Juru Bicara Tentara Israel mengatakan sebanyak 3.000 tentara cadangannya telah disiapkan untuk menyerang Gaza.

Seperti diketahui, konflik terbaru ini dipicu ketegangan antara Palestina dan Israel atas beragam isu dalam beberapa pekan terakhir, termasuk rencana penggusuran sejumlah keluarga di Sheikh Jarrah dan penyerbuan pasukan keamanan di kompleks Masjid Al-Aqsa.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved