Kamis, 4 Juni 2026

Corona di Indonesia

Pakar Epidemiologi Prediksi Ledakan Kasus Covid-19 di Indonesia Bakal Seperti India Pasca Lebaran

Kalau tahun lalu kenaikan kasus sampai 93% dan angka kematian 66%, saat ini minimal bisa sampai dua kali lipat. Karena kita dalam situasi yang lebih m

Tayang:
Editor: Ansari Hasyim
Tribunnews.com, Ferryal Immanuel
Pengujung memadati kawasan Ancol, sehingga pengelola menutup sementara kawasan agar tidak terjadi kerumunan. Sabtu (15/5/2021). 

SERAMBINEWS.COM - Pakar epidemiologi dari Universitas Griffith, Australia, Dicky Budiman mengatakan dampak dibukanya lokasi wisata pasca lebaran di seluruh Indonesia dan ditambah lagi adanya momen mudik diprediksi akan mendorong terjadi lonjakan kasus positif Covid-19 hingga dua kali lipat dalam dua hingga tiga bulan ke depan.

Sebagian besar ledakan kasus yang tidak terdeteksi terjadi di rumah tangga.

"Kalau tahun lalu kenaikan kasus sampai 93% dan angka kematian 66%, saat ini minimal bisa sampai dua kali lipat. Karena kita dalam situasi yang lebih matang penularannya. Sebab banyak klaster penularan tidak teridentifikasi dan ada varian baru virus corona dari Inggris yang lebih menular."

"Apalagi penularan virus corona di Indonesia sudah masuk ke level community transmission. Ini level terburuk yang artinya kita tidak bisa menemukan sebagian besar kasus infeksi dan tidak bisa melacak sebagian besar sumber infeksi."

"Nah artinya ini bom waktu di mana-mana. Ini yang saya sebutkan Indonesia sama kayak India," kata Dicky seperti dilansir Serambinews.com dari laman BBC News Indonesia, Senin (17/5/2021).

Korban Akibat Serangan Israel Terus Bertambah, Warga Palestina yang Meninggal Mencapai 174 Orang

Untuk Memutus Rantai Penularan Covid, 3T dan 3M Sama Pentingnya bagi Aceh

Kisah Pria Lansia Beristri 16, Mengaku Tak Pernah Bekerja dan Selalu Diberi Uang Oleh 151 Anaknya

Itu mengapa ia menyarankan pemerintah Indonesia agar bersiap menghadapi situasi terburuk dengan menguatkan fasilitas kesehatan dan program deteksi kasus secara aktif.

Kalau perlu, katanya, menyiapkan opsi Pembatasan sosial berskala besar di Indonesia (PSBB) di Jawa-Bali.

Dicky Budiman mengatakan ledakan kasus positif Covid-19 di Indonesia diperkirakan mencapai dua kali lipat dari tahun lalu seiring tingginya pergerakan orang saat mudik Lebaran dan membludaknya pengunjung di sejumlah tempat pariwisata pada akhir pekan lalu.

Menurutnya kebijakan pemerintah Indonesia yang membuka lokasi wisata "sangat riskan" karena potensi penularan virus corona sangat besar sementara pemerintah tidak bisa memastikan pengelola wisata menerapkan strategi keselamatan Covid-19 yang baik di lapangan.

Tapi Juru bicara Penanganan Covid-19 dari Kementerian Kesehatan, Siti Nadia Tarmizi, mengatakan kebijakan pemerintah pusat membolehkan tempat pariwisata beroperasi karena tidak ingin ada "penumpukan masyarakat di satu tempat".

Sejumlah tempat pariwisata di DKI Jakarta, Banten, dan Jawa Barat seperti Taman Impian Jaya Ancol, Batu Karas di Pangandaran, dan Pantai Anyer-Carita, diserbu pengunjung sejak 14-16 Mei lalu.

Dalam video yang beredar di media sosial pelancong terlihat berkerumun tanpa jarak di pinggir pantai dan tidak memakai masker.

Kondisi serupa juga terjadi di Kebun Binatang Bandung Zoologi Garden.

Pada Minggu (16/05), pelancong yang datang mencapai 5.500 orang yang berasal dari Cimahi, Kabupaten Bandung Raya, dan Kota Bandung.

Salah satu pengunjung Ina Setiawati dari Cimahi. Ia memberanikan liburan bersama empat anggota keluarganya karena tak bisa mudik ke kampung halamannya di Garut.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved