Berita Subulussalam

Ternak Warga Hilang dan Mati Terluka Diduga Dimangsa Harimau, BKSDA & WCS-IP Pasang Kamera Trap

Tim Balai Konservasi Sumber Daya Alam atau BKSDA Aceh bersama WCS-IP memasang kamera trap di Desa Sikelang, Kecamatan Penanggalan, Kota Subulussalam.

Penulis: Khalidin | Editor: Saifullah
For Serambinews.com
Screnshoot penampakan harimau sumatera (Phantera Tigris Sumatrae) yang terekam Kamera jebakan atau camera trap Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) wilayah II Subulussalam Sabtu (21/11/2020) di Desa Lae Motong, Kecamatan Penanggalan. 

Laporan Khalidin I Subulussalam

SERAMBINEWS.COM, SUBULUSSALAM – Tim Balai Konservasi Sumber Daya Alam atau BKSDA Aceh bersama WCS-IP memasang kamera trap di Desa Sikelang, Kecamatan Penanggalan, Kota Subulussalam.

Staf BKSDA Wilayah II Subulussalam, Riya Kamba, SHut yang dikonfirmasi Serambinews.com, Selasa (18/5/2021), mengatakan, pemasangan kamera trap tersebut menyusul laporan adanya ternak masyarakat di desa itu mati terluka dan hilang.

Ternak kambing yang hilang dan mati terluka tersebut milik Rasto Berutu, warga Desa Sikelang, Kecamatan Penanggalan, Kota Subulussalam.

Seekor induk kambing milik Rasti mati terluka bagian leher diduga diterkam binatang buas. Kemudian dua ekor anak kambingnya hilang tanpa berbekas dari kandang.

Warga menduga kuat jika mati dan hilangnya ternak tersebut akibat dimangsa oleh binatang buas seperti harimau.

Baca juga: Marak Kasus Penghinaan Berakhir Minta Maaf, Pengamat Sebut Wujud Lemahnya Penegakan Hukum

Baca juga: Mantan Polisi yang Jadi DPO Kejari Aceh Timur Meninggal Karena Terpapar Covid-19, Terkait Kasus Ini

Baca juga: BPBD Kota Subulussalam Rilis Data Sementara Dampak Banjir, 10 Desa Terendam

Namun begitu, di lokasi tidak ditemukan ada jejak harimau karena struktur tanah di sana cukup keras.

Kandang ternak kambing milik Rasto berada di kebun kawasan Pelanja, seberang Sungai Lae Kombih.

Pintu kandang tersebut dalam kondisi terbuka sehingga saat kejadian tidak terjadi kerusakan.

Riya Kamba mengatakan pemasangan kamera trap mereka lakukan pada Minggu (16/5/2021) lalu, guna memastikan apakah kematian ternak itu berkaitan dengan Harimau Sumatera seperti dugaan masyarakat.

Namun sejauh ini belum ditemukan tanda-tanda adanya harimau berkeliaran di sekitar Pelanja, Sikelang baik jejak atau penampakan.

Baca juga: Rumah Warga Pidie Terbakar Saat Kenduri

Baca juga: RSUD Subulussalam Rawat Dua Pasien Covid-19, Sejak Maret Ada 19 Pasien Dirawat

Baca juga: Update Covid-19 Hari Ini, Empat Perempuan Aceh Singkil Dinyatakan Positif Corona

“Tidak ada jejak Harimau Sumatera di lokasi, tapi tim BKSDA dan WCS-IP masih melakukan pemantauan,” ujar Riya Kamba.

Sebelumnya, pada Novembe 2020, dua ekor Harimau Sumatera turun ke dekat permukiman masyarakat di Desa Lae Motong, Kecamatan Penanggalan, Kota Subulussalam.

Desa Lae Motong secara kawasan berbatasan dengan Pelanja, Sikelang karena hanya terpaut beberapa kilometer.

 Harimau Sumatera (Phantera Tigris Sumatrae) tersebut juga terekam kamera jebakan atau camera trap Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) wilayah II Subulussalam.

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved