Breaking News:

Jurnalisme Warga

Kauman Pisang, Wisata Sungai Khas Labuhan Haji

Udara yang sejuk, dan batu-batu hitam berjejer di tepi sungai, menambah ketenteraman hati bila berada di sini, di objek wisata Simpang Kauman Pisang

Kauman Pisang, Wisata Sungai Khas Labuhan Haji
FOR SERAMBINEWS.COM
NURUL HUSNA Mahasiswi Pendidikan Bahasa Indonesia Universitas Bina Bangsa Getsempena, Banda Aceh, melaporkan dari Labuhan Haji, Aceh Selatan

OLEH  NURUL HUSNA, Mahasiswi Pendidikan Bahasa Indonesia Universitas Bina Bangsa Getsempena, Banda Aceh, melaporkan dari Labuhan Haji, Aceh Selatan

POHON-POHON yang rindang, air yang bersih, udara yang sejuk, dan batu-batu hitam berjejer di tepi sungai, menambah ketenteraman hati bila berada di sini, di objek wisata Simpang Kauman Pisang.

Alam yang masih asri membuat mata takjub bila memperhatikan suasana di sekeliling objek wisata ini. Objek wisata ini berdekatan dengan gunung-gunung dan ladang-ladang warga. Letaknya tidak seberapa jauh dari permukiman warga. Kauman Pisang adalah gabungan dua desa, yaitu Desa Pisang dan Desa Hulu Pisang yang terletak di bagian hulu.

Simpang Kauman Pisang adalah sebuah sungai yang airnya berasal dari dua buah simpang, yaitu simpang kanan dan simpang kiri. Sungai ini tergolong panjang karena airnya sampai ke desa-desa warga, memiliki air yang bersih, dan pemandangan yang masih asri. Di sungai ini terdapat pohon aro, yaitu pohon khas Labuhan Haji yang dekat dengan pegunungan.

Buah pohon aro ini bisa dimakan. Pohon ini selain sebagai pelindung dari sengatan matahari yang garang, akarnya yang berdekatan dengan akar pohon rambung juga dapat digunakan sebagai tempat kaki berdiri sewaktu mau melompat dari atas langsung terjun ke sungai pada saat mandi-mandi. Orang-orang sekitar sering datang ke sini untuk mandimandi, makan-makan, masak- memasak, dan cuci baju. Di sini setiap hari ada orang yang berlalu lalang pulang dari gunung atau dari ladang masing-masing.

Letak objek wisata ini dekat dengan jalan sehingga sangat strategis dan mudah dijangkau. Dulu, di sungai bagian bawah arusnya tenang. Batubatu besar di sini berdiri dengan kokohnya. Sedangkan di bagian hilir sungai terlihat air mengalir tanpa ada penghalangnya. Di sebelah kanan sungai ada ladang warga bercocok tanam. Di bagian kiri sungai ada seperti pantai. Ada pasir dan batu-batu kecil. Setelahnya langsung terlihat jalan aspal. Kalau berdiri di jalan aspal dan melihat ke arah sungai seperti kolam yang berbentuk bulat. Air di sini sangat dalam dan berwarna hijau bening.

Saya dan teman-teman pernah mandi di sungai bagian bawah waktu kami SMP. Awalnya saya mandi di tengah lingkaran bulat seperti kolam yang di bagian atasnya bertengger batu-batu besar. Dari celah antara batu yang satu dengan batu yang lain mengalir air. Salah seorang teman saya menarik saya ke arah dia mandi dan dia menunjukkan sesuatu yang di luar logika. Kami merasakan suhu air di sini berbeda, untuk lebih meyakinkan diri saya dan teman-teman, kami mengulurkan tangan ke dalam air dan merasakan ada suhu air hangat dan dingin. Bagi kami ini luar biasa.

Sebenarnya saya penasaran kenapa bisa suhunya berbeda, tetapi teman saya yang pertama merasakan fenomena ini juga tidak tahu. Objek Wisata Simpang Kauman Pisang sangat ramai dikunjungi pada saat liburan sekolah, meugang puasa, dan lebaran, liburan akhir pekan, dan juga pada saat kenduri simpang (kenduri bagi yang memiliki gunung sekitar objek wisata Simpang Kauman Pisang).

Spot foto ini juga menarik dan kerap digunakan untuk prewedding atau tempat berfoto untuk pesta pernikahan. Semua kegiatan di sini dilakukan tanpa dipungut biaya karena masih milik bersama. Hal ini juga berlaku untuk warga luar daerah, tetapi harus tetap menjaga lingkungan agar tetap bersih. Tempat ini juga menerapkan aturan syariat Islam, misalnya dilarang berduaan bagi yang bukan mahram, berpakaian santun, dan berperilaku sopan. Lisan juga harus dijaga karena tempat wisata ini dekat dengan hutan dan gunung yang tentu saja bukan hanya manusia yang ada di sini, melain juga makhluk lainnya. Dari saya kecil sampai besar objek wisata Simpang Kauman Pisang ini tidak banyak yang berubah, suasana pemandangan sekitar masih asri.

Hanya saja tempat yang pernah saya mandi-mandi dulu kini airnya sudah dangkal, beronjong (bendungan air) sudah ada, jalanan hampir semua sudah beraspal, dan musala kecil untuk shalat sudah ada di dekat sungai. Bahkan pondok kecil di dekat musala untuk orang singgah duduk bersantai juga sudah ada. Sekarang orang banyak beraktivitas di sini seperti memasak, makan-makan, mandi, mencuci baju, dan lainnya. Tentu saja warga tidak lupa mengabadikan momen ini dengan berfoto lalu memosting di media sosial. Hal yang paling sering saya lakukan di sini adalah makanmakan dengan keluarga dan teman-teman saya, masakmasak gulai, dan masak mi. Masakan terasa lebih nikmat seusai mandi, selagi hangat. Kalau sedang musim buah aro saya dan teman-teman sering ke sini untuk mengambilnya.

Makan buah aro bukannya tidak bisa dan tidak enak dilakukan di rumah, tetapi memakannya sambil bercengkarama dengan teman- teman di bawah pohon aro yang berbumbukan garam, cabai rawit, jeruk nipis, dan terasi yang dipanggang membuat hati terasa puas dan bahagia. Berada di objek wisata Simpang Kauman Pisang dapat menghilangkan rasa penat, lelah, duduk-duduk saja sambil menghirup udara segar, sambil memandang pohon-pohon, batu-batu hitam yang bertengger di tanah, di sungai, memandang langit yang biru, dan semua yang ada di lingkungan sekitar sudah membuat hati tenang, lega, dan bahagia ditambah mendengar kicauan burung-burung, membuat hati ingin berlama-lama berada di sini. Semenjak wabah corona objek wisata Simpang Kauman Pisang masih sering didatangi pengunjung, tetapi hanya warga sekitar. Itu pun hanya keluarga yang ingin makan-makan dan mandi sambil berselfie.

Siswa dan guru sekolah sering mengadakan acara sekolah dan acara perpisahan di tempat ini dengan tetap mematuhi protokol kesehatan dan tidak mandi. Semoga objek Wisata Simpang Kauman Pisang tetap memiliki udara yang segar, air yang bersih, dan pemandangan yang asri. Pohon- pohon tetap terjaga dan tumbuhan hijau lainnya tetap terjaga. Pohon aro yang besar yang di bawahnya ada sungai kini tak ada lagi. Bagi saya, pohon aro besar ini adalah ciri khas tempat ini. Pernah terjadi banjir dan tanah longsor yang mengakibatkan pohon ini dan pohon besar lainnya patah dan terbawa arus sungai. Sungai ini tanpa pohon aro yang besar rasanya tidak lengkap bagaikan sayur tanpa garam.

Jika suatu hari nanti resor wisata ini berkembang saya sangat berharap udara, air, dan pemandangannya masih tetap sama, tidak berubah agar lingkungan tetap terjaga. Seiring berjalannya waktu jika ada yang mengelola hendaklah menggunakan biaya masuk dan keluar dengan harga yang bersahabat sesuai dengan kemampuan masing- masing masyarakat. Kita harapkan bersama semoga objek wisata Simpang Kauman Pisang terus berkembang dengan dukungan dan perhatian dari pemerintah.

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved