Kamis, 7 Mei 2026

Berita Nagan Raya

Kasus Pelecehan Marak Menimpa Anak di Nagan Raya, Begini Harapan Puspa

"Anak dijadikan sebagai tempat pelampiasan nafsu para predator. Bahkan pelakunya orang terdekat korban yang seharusnya melindungi korban," kata Ketua

Tayang:
Penulis: Rizwan | Editor: Nurul Hayati
For: Serambinews.com
Ketua Puspa Nagan Raya, Fitri Muliati. 

"Anak dijadikan sebagai tempat pelampiasan nafsu para predator. Bahkan pelakunya orang terdekat korban yang seharusnya melindungi korban," kata Ketua Puspa Nagan Raya, Fitri Muliati SAg kepada Serambinews.com, Kamis (20/5/2021).

Laporan Rizwan | Nagan Raya

SERAMBINEWS.COM, SUKA MAKMUE - Forum Partisipasi Masyarakat untuk Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Puspa) Nagan Raya menyatakan, sangat menyayangkan kasus yang menimpa anak dan perempuan masih saja terjadi di kabupaten itu.

Karena itu, Puspa mendorong pelaku dihukum setimpal.

Apalagi, pelaku merupakan orang atau keluarga terdekat dengan korban.

Dua kasus korban anak terbaru kembali terjadi di Nagan Raya adalah seorang ayah menyetubuhi anak tiri yang usia 17 tahun berulang kali.

Kasus lain seorang pemuda mencabuli anak usia13 tahun di semak-semak.

"Anak dijadikan sebagai tempat pelampiasan nafsu para predator. Bahkan pelakunya orang terdekat korban yang seharusnya melindungi korban," kata Ketua Puspa Nagan Raya, Fitri Muliati SAg kepada Serambinews.com, Kamis (20/5/2021).

Baca juga: Kasus Positif Covid-19 di Aceh Terus Meningkat, 91 Pasien Masih Dirawat di RSUZA

Menurutnya, terjadi kembali kasus korban anak perlu penanganan secara komprehensif, bukan hanya instansi dan lembaga perlindungan perempuan dan anak saja yang melakukan penanganan  terhadap kasus ini.

Namun, peran masyarakat semua pihak untuk bertanggung jawab. 

"Ayo sama-sama kita melakukan pencegah dan perlindungan terhadap perempuan dan anak, sebagai upaya untuk menyelamatkan generasi bangsa," katanya.

Puspa Nagan Raya mengajak orang yang menjadi korban,  jangan takut untuk melapor kepada penegak hukum agar pelaku mendapat hukuman yang setimpal dan berat.

Fitri menyatakan, ada beberapa hal untuk menghindari terjadinya pelecehan seksual adalah menyadarkan keluarga terutama anak-anak untuk mengenali situasi potensial yang dapat menyeret kejurang pelecehan.

Selanjutnya, jangan segan membahas masalah pelecehan seksual yang muncul di pemberitaan media massa.

"Latih diri dan anak-anak untuk dapat bersikap tegas, walau mungkin itu bertentangan dengan karakternya," katanya.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved