Breaking News:

Berita Aceh Timur

Kasus Pembunuhan Ibu dan Anak di Simpang Jernih Mulai Disidang, Kedua Terdakwa Terancam Hukuman Mati

Kini kasus pembunuhan sadis di rumah korban, Jumat (12/2/2021) dini hari itu ternyata sudah mulai disidangkan di Pengadilan Negeri atau PN Idi

Penulis: Seni Hendri | Editor: Mursal Ismail
Dokumen Kejari Aceh Timur
Tim JPU Kejari Aceh Timur, menerima tersangka dan barang bukti kasus pembunuhan berencana ibu dan anak di Kejaksaan Negeri Aceh Timur, Selasa (27/4/2021). 

Kemudian terdakwa Rabusah langsung memukul kepala korban menggunakan kayu, sehingga korban roboh.

Setelah itu, tersangka melihat ada orang lain di dalam kamar tersebut, dan tersangka Rabusah memukul Nadatul Afra, sehingga korban tak sadarkan diri.

Setelah anak tersebut jatuh ke lantai, kemudian terdakwa M Rizal kembali memukul korban Siti Fatimah dan melakukan pemerkosaan terhadap anak korban saat kondisinya dalam keadaan sekarat.

Jadi dalam kasus ini, ada dua dakwaan untuk masing-masing terdakwa.

Untuk terdakwa M Rizal Sitorus didakwakan melanggar tiga pasal, yaitu pembunuhan berencana (Pasal 340 KUHP), pembunuhan (Pasal 338 (KUHP), dan pemerkosaan (Pasal 76 D) UU Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

Sedangkan, terdakwa Rabusah didakwa melanggar dua pasal, yaitu pembunuhan berencana (Pasal 340 KUHP), dan pembunuhan (Pasal 338 KUHP).

“Kenapa berbeda pasal, karena yang melakukan pemerkosaan, hanya terdakwa M Rizal Sitorus, tapi mereka melakukan pembunuhan dalam peristiwa yang sama.

Jadi kedua, terdakwa terancam dengan pidana penjara maksimal 20 tahun, seumur hidup, atau hukuman pidana mati,” jelas Ivan. 

Kronologis kejadian dalam rekonstruksi

Seperti diberitakan Serambinews.com, Kamis, 11 Maret 2021, Polres Aceh Timur menggelar rekonstruksi pembunuhan Siti Fatimah (56) dan anak bungsunya Nadatul Afra (15).

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved