Breaking News:

Bentrok di Sekitar Betlehem Terjadi Lagi, Israel Tembak Gas Air Mata ke Warga Palestina

Bentrokan ini di sekitar Temple Mount dan di Tepi Barat hanya beberapa jam setelah gencatan senjata dengan Hamas diumumkan.

Editor: Amirullah
Daily Mail
Polisi juga digambarkan menembakkan gas air mata ke arah para demonstran di dekat Betlehem saat perayaan dadakan berubah menjadi kekerasan (Daily Mail) 

SERAMBINEWS.COM - Bentrokan baru antara pasukan keamanan Israel dan Palestina kembali pecah.

Bentrokan ini di sekitar Temple Mount dan di Tepi Barat hanya beberapa jam setelah gencatan senjata dengan Hamas diumumkan.

Polisi Israel menembakkan gas air mata ke arah warga Palestina yang menghadiri sholat Jumat di masjid Al-Aqsa yang membalas dengan melemparkan batu, menyusul parade 'kemenangan' melalui Yerusalem di mana mereka meneriakkan slogan-slogan pro-Hamas, dilansir dari Daily Mail.

Sementara itu, perayaan di Tepi Barat juga berubah menjadi protes kekerasan dengan pasukan keamanan Israel menembakkan gas air mata ke arah warga Palestina di dekat Betlehem.

Baca juga: Ini Kronologis Kejadian Kecelakaan yang Merenggut Nyawa Waled Ibrahim Usman Ulee Titi

Baca juga: Cara Daftar BLT UMKM BNI PNM Mekaar, Banpres BPUM Tahap 3, Klik Link Berikut

Titik-titik nyala memberikan ujian awal untuk perjanjian gencatan senjata antara Israel dan Hamas yang baru berlaku pada pukul 2 pagi hari ini, setelah 11 hari pertempuran yang menewaskan 244 orang.

Polisi juga digambarkan menembakkan gas air mata ke arah para demonstran di dekat Betlehem saat perayaan dadakan berubah menjadi kekerasan (Daily Mail)
Polisi juga digambarkan menembakkan gas air mata ke arah para demonstran di dekat Betlehem saat perayaan dadakan berubah menjadi kekerasan (Daily Mail) (Daily Mail)

Meskipun ada bentrokan, gencatan senjata diadakan hingga Jumat pagi, tanpa serangan roket atau bom yang dilaporkan.

Kedua belah pihak telah menyatakan kemenangan dan mengancam akan segera melanjutkan permusuhan jika situasinya memburuk lagi.

Benjamin Netanyahu juga mengatakan dia siap untuk menanggapi 'dengan tingkat kekuatan baru'.

Sementara Hamas mengatakan 'jari kita berada di pelatuk' jika Israel melewati 'garis merah', menunjuk kekerasan di sekitar masjid Al-Aqsa sebagai contohnys.

Baca juga: Ibu Rumah Tangga asal Bener Meriah Meninggal Setelah Positif Covid di RSU Cut Meutia Aceh Utara 

Netanyahu menghadapi kritik dari basis sayap kanannya bahwa pertempuran dengan Hamas diakhiri terlalu dini, sebelum IDF mampu mengambil salah satu target utamanya dalam kepemimpinan Hamas.

Halaman
12
Sumber: TribunnewsWiki
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved