Breaking News:

Konflik Palestina

Israel Diam-diam Rusak Masjid Al Aqsa dengan Menyuntik Larutan Kimia ke Dinding & Pilar Agar Keropos

Israel sejak puluhan tahun lalu telah menyuntikkan larutan kimia ke dalam dinding Masjid Al Aqsa agar bangunan yang menjadi salah satu titik pertikaia

Editor: Ansari Hasyim
AFP/Ahmad GHARABLI
Warga Palestina beraksi keras saat berjalan di depan Masjid Dome of Rock menuju Masjid Al-Aqsa untuk melaksanakan shalat Subuh, Minggu (31/5/2020). 

SERAMBINEWS.COM - Kebrutalan militer Israel terhadap warga Muslim Palestina tidak hanya terjadi dalam bentuk pembunuhan dan gempuran rudal.

Namun sikap brutal Israel juga tercermin dari misi rahasia yang dijalankan negara zionis itu untuk menghancuran struktur bangunan Masjid Al Alqsa dengan cara diam-diam.

Israel sejak puluhan tahun lalu telah menyuntikkan larutan kimia ke dalam dinding Masjid Al Aqsa agar bangunan yang menjadi salah satu titik pertikaian panjang antara Israel dan Palestina itu menjadi keropos dan retak, hingga akhirnya hancur dengan sendirinya.

Masjid ini pernah hancur oleh gempa bumi pada tahun 746 dan tahun 1033, namun kemudian berhasil dibangun kembali dan bertahan hingga saat ini.

Ternyata, selain pernah dihancurkan oleh alam, masjid suci ini konon diam-diam telah dirusak oleh Israel.

Kisah Horor dari Puing-puing Bangunan Gaza Dirudal Jet Tempur Israel Terus Bermunculan

Ribuan Warga Inggris Berdemo, Kutuk Serangan Udara Israel ke Jalur Gaza

The Times of Israel, pada 21 Juli 2017, melaporkan bahwa seorang wakil pemimpin Gerakan Islam di Israel pernah mengungkapkan bahwa Israel telah menggunakan bahan kimia untuk diam-diam merusak infrastruktur Masjid Al-Aqsa.

Disebut, hal itu diungkapkannya dalam wawancara dengan Al-Jazeera pada 16 Juli tahun itu, dan ditranskripkan oleh Institut Penelitian Media Timur Tengah.

Dalam wawancara itu, Sheikh Kamal Khatib, mengatakan bahwa Israel telah menyuntikkan zat kimia ke dalam dinding masjid untuk menyebabkan korosi.

Dia menjelaskan bahwa zat yang dia klaim digunakan Israel tersebut memiliki efek tertunda, sehingga memungkinkan Israel mengklaim bahwa retakan-retakan pada struktur masjid terjadi secara alami karena waktu.

“Dua puluh dua tahun lalu, kami mengatakan bahwa Masjid Aqsa dalam bahaya. Saat itu, kami mengatakan bahwa selama penggalian, [terjadi] pendudukan menggunakan zat kimia yang memiliki efek jangka panjang.

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved