Rabu, 8 April 2026

Internasional

Bos Mafia Turki Tuduh Pejabat Terlibat Perdagangan Narkoba dan Korupsi, Wartawan Anadolu Dipecat

Bos mafia Turki, Sedat Peker membuat laporan mengejutkan, tentang terlibatnya pejabat pemerintah atas perdagangan narkoba dan korupsi.

Editor: M Nur Pakar
Youtube
Bos mafia Turki, Sedat Peker 

SERAMBINEWS.COM, DUBAI - Bos mafia Turki, Sedat Peker membuat laporan mengejutkan, tentang terlibatnya pejabat pemerintah atas perdagangan narkoba dan korupsi.

Hal itu diungkapkan melalui rekaman video yang disebar di YouTube yang membuat Ankara terkejut atas tuduhan serius tentang korupsi negara.

Sedat Peker, yang tinggal di Dubai, telah menjadi berita utama dan mengguncang media sosial dengan klaimnya tentang tokoh politik terkemuka di Turki.

Videonya itu untuk mengungkap hubungan mendalamnya dengan pemerintah.

Dia juga membalas dendam terhadap mereka yang mendiskreditkannya demi pemimpin mafi saingannya, Alaattin Cakici, yang dibebaskan dari penjara tahun lalu.

Video Peker telah menjadi sangat terkenal sehingga IMDb telah mendaftarkan semua "episode" sebagai serial mini TV di bawah topik biografi, kriminalitas dan reality TV.

Video YouTube keenamnya ditonton jutaan, dengan platform memverifikasi salurannya melalui tanda centang biru.

Baca juga: VIDEO Pasukan Keamanan Turki Serbu 20 Titik Lokasi Daesh, 18 Tersangka Ditangkap

Dalam video ketujuhnya, yang dirilis pada Minggu (23/5/2021), Peker mengklaim Mehmet Agar, mantan menteri dalam negeri dan kepala polisi negara itu, terlibat pembunuhan jurnalis investigasi Ugur Mumcu.

Insiden terjadi dalam serangan bom mobil pada 1993.

“Saat itu Mumcu terbunuh, orang pertama yang pergi ke TKP adalah Agar, ”kata Peker.

Mumcu dikenal karena cerita-ceritanya yang mendalam tentang korupsi di pemerintahan.

Juga dugaan hubungan badan intelijen Turki dan Partai Pekerja Kurdistan yang dilarang.

Agar mengatakan pada saat itu: "Jika kita mengambil hanya satu bata, seluruh dinding akan runtuh."

Peker, yang memiliki hubungan dekat dengan pemerintah hingga saat ini, juga menuduh menteri Turki dan anggota keluarganya terlibat dalam perdagangan narkoba internasional.

Dia mengubah hotel tempat dia tinggal karena, katanya, tim resmi Turki telah tiba di UEA untuk menangkapnya

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved