Internasional
Bos Mafia Turki Tuduh Pejabat Terlibat Perdagangan Narkoba dan Korupsi, Wartawan Anadolu Dipecat
Bos mafia Turki, Sedat Peker membuat laporan mengejutkan, tentang terlibatnya pejabat pemerintah atas perdagangan narkoba dan korupsi.
“Mereka menghasilkan banyak uang dengan memanfaatkan saya," klaimnya.
"Sekarang saya sadar akan segalanya," ujarnya.
"Ini memalukan," tambahnya.
"Tidak ada yang akan menggunakan saya lagi untuk keuntungan mereka sendiri,” kata Peker.
Klaim bom lainnya, Erkan Yildirim, putra mantan perdana menteri Turki, sering berkunjung ke Venezuela untuk menjadikan negara Amerika Selatan itu jalur narkoba baru ke Turki.
Tahun lalu, Kolombia mengumumkan menyita 4,9 ton kokain dalam satu operasi sebelum dibawa ke Turki.
Menurut Peker, operasi ini mendorong Turki untuk mengubah jalur obat bius.
Dengan mencari alternatif dengan memanfaatkan jalur yang menguntungkan melalui Venezuela.
“Erkan Yildirim pergi ke Venezuela pada bulan Januari dan tinggal di sana selama empat hari. Kemudian dia pergi ke sana lagi pada bulan Februari dan tinggal lagi selama empat hari, ”kata Peker.
“Mereka telah beralih ke Venezuela. Sangat mudah untuk menyelundupkannya dari Kolombia ke sana karena Drug Enforcement Agency tidak memiliki kendali di sana.
Pos Latakia Suriah juga tidak berada di bawah kendali AS.
Baca juga: Polisi Tetapkan 4 Tersangka Mafia Karantina, Ini Peran dan Jumlah Uang yang Didapat
Ia mengatakan, ke depan juga akan ada pengiriman obat-obatan dari Republik Dominika.
Karena kapal kargo kering yang membawa kokain dari Venezuela harus singgah di sana dengan jalur pengiriman baru.
Dia juga mengancam Menteri Dalam Negeri Turki Suleyman Soylu, yang telah mengkritik penguasa kejahatan itu.
"Aku akan sangat meremehkanmu sehingga kamu akan cocok di kotak korek api," kata Peker.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/bos-mafia-turki-sedat-peker.jpg)