Luar Negeri

Tentara Israel Trauma Berat Usai Bunuh 40 Warga Palestina, 9 Tahun Tak Tenang Didatangi Arwah Korban

Traumi psikis tak hanya dialami oleh Tentara dan warga sipil Palestina, tetapi seorang tentara Israel pun mengalami hal buruk tersebut.

Editor: Faisal Zamzami
Istimewa/Youtube
Pengakuan Ido Gal Razon Tentara Israel yang Depresi Habisi 40 Warga Palestina 

Bahkan, hingga kini, Razon mengaku kerap didatangi oleh para arwah warga Palestina yang dibunuhnya di dalam mimpin dan bertanya mengapa mereka dibunuh.

Hal inilah yang membuat Razon dicekam ketakutan dan trauma, sulit tidur bahkan buang air di tempat tidurnya.

"Saya selalu buang iar kecil di ksur saat ditur selama ini akibat trauma, mereka mendatangi saya dan berkumpul serta berkata, kenapa kamu membunuhku," kata Razon.

Baca juga: Ratusan Mantan Tim Kampanye Biden, Desak Pemerintah Minta Tanggungjawab Israel,

Baca juga: Orang Kedua Hamas Muncul di Depan Publik Gaza, Perdana Menteri Israel Apresiasi Dukungan AS

9 Tahun Tak Tenang

Pengakuan Ido Gal Razon Tentara Israel yang Depresi Habisi 40 Warga Palestina
Pengakuan Ido Gal Razon Tentara Israel yang Depresi Habisi 40 Warga Palestina (Istimewa/Youtube)

Diapun selama 9 tahun terakhir ini mengaku tak bisa hidup dengan tenang, karena trauma tersebut.

Namun, saat dia meminta fasilitas perawatan dari pihak pemerintah Israel, justru tidak mendapatkan perawatan maksimal dan terkesan dibiarkan begitu saja.

Pengakuan ini dibuat Razon pada tahun 2016, bagaimana dia tidak mendapatkan perawatan yang layak dan semua biaya ditangguh oleh ibunya.

"Apa yang kalian lakukan disini. Ini sudah 9 tahun lamanya dan saya tidak mendapatkan 1 persen pun bantuan perawatan. Apakah ibu saya yang harus membayar semuanya untuk saya.

"Inikah menurut kalian keadilan. Saat ibu saya membayar tagihan rumah sakit untuk semua luka yang saya alami di Gaza?," kata Ido pada tahun 2016 lalu

Minta Pemerintah Israel Peduli

Razon mengatakan saat itu, Pemerintah Israel tak pernah bertanggung jawab sedikitpun atas luka yang ia alami. Ido mengaku hingga saat ini, ia masih sering dihantui oleh masa lalunya saat berperang di Jalur Gaza.

Mendapatkan kenyataan pahit seperti itu, Ido hanya bisa terdiam dalam menjalani sisa hidupnya.

Bentuk Gerakan

Kini ia pun membentuk sebuah gerakan bernama Fighters For life (FOF)

FOF sendiri adalah gerakan yang didedikasikan oleh para mantan pejuang Israel (IDF) untuk mendapatkan keadilan dari pemerintah terkait masa setelah perang yang mereka alami.

Halaman
123
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved