Breaking News:

Update Covid 19

Kasus Covid-19 Melonjak di Aceh, Setiap Orang Kini Harus Dicurigai Sebagai OTG, Ini Alasannya

Bahkan hal yang lebih spesifik setiap orang kini perlu membentuk persepsi bahwa setiap orang yang ditemui di ruang publik patut dicurigai sebagai oran

Penulis: Ansari Hasyim | Editor: Ansari Hasyim
For: Serambinews.com
Salah satu pengunjung Cafe Pos Kupi yang melanggar Protkes Covid-19 langsung di Swab Antigen oleh petugas kesehatan pada Senin (24/5/2021) malam 

SERAMBINEWS.COM - Pandemi covid-19, khususnya di Aceh belum sepenuhnya reda.

Bahkan relatif cenderung meningkat.

Grafik peningkatan jumlah kasus baru diakui bertambah signifikan dalam sebulan terakhir.

Data per 27 Mei 2021, kasus baru Covid-19 bertambah 267 Orang, tertinggi sejak pandemi Aceh.

Mencermati fenomena tersebut, sudah sepatutnya setiap orang meningkatkan kewaspadaan dan menjalankan protokol kesehatan dengan baik dan benar.

Bahkan hal yang lebih spesifik setiap orang kini perlu membentuk persepsi bahwa setiap orang yang ditemui di ruang publik patut dicurigai sebagai orang tanpa gejala ( OTG).

Pengumuman Seleksi Terbuka Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama di Lingkungan Pemko Banda Aceh Tahun 2021

Setelah Gencatan Senjata dengan Palestina, Israel Kembali Tangkap Pemimpin Jihad Islam di Tepi Gaza

Guru Besar Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia, Hasbullah Thabrany, menjelaskan, agar bisa menghindari penularan ini, maka setiap orang harus menganggap bahwa semua orang yang ada di sekitarnya merupakan OTG.

Hal ini dikarenakan tidak ada yang mengetahui apakah orang yang ada di sekitar membawa virus Covid-19 atau tidak.

"Jadi kalau kita anggap semua orang di dekat kita OTG, maka kita tidak dekat-dekat, kita selalu pastikan masker kita yang bagus, yang 2-3 lapis, yang N95, terpasang rapat di hidung dan mulut kita karena dari situlah virus bisa masuk ke badan kita," ujar Hasbullah seperti dilansir Kontan, Jumat (28/5/2021).

Meski begitu, bila memang seseorang terpaksa harus berdekatan dengan orang lain, Hasbullah mengingatkan agar orang tersebut segera mencuci tangan dengan sabun.

Tak hanya itu, orang tersebut juga harus segera mengganti pakaian dan mencuci pakaiannya dengan sabun.

Hal ini perlu dilakukan, mengingat virus bisa menempel pada badan atau ke tangan atau ke pakaian yang dikenakan.

Hal senada pun disampaikan oleh Pakar epidemiologi Universitas Airlangga Laura Navika Yamani. Menurutnya, pencegahan penularan ini adalah dengan menerapkan protokol kesehatan atau 3M yakni mencuci tangan, memakai masker dan menjaga jarak.

Dia mengingatkan bahwa sulit untuk meminta OTG yang terbukti positif untuk melakukan karantina apalagi yang belum diperiksa sehingga mungkin membawa atau terinfeksi dengan virus.

" OTG sangat sulit untuk diidentifikasi jika tidak dilakukan pemeriksaan. Jadi upaya antisipasi terkait ini dengan menjalankan protokol kesehatan agar dapat melakukan interaksi dengan masyarakat secara aman," kata Laura.(*)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved