Breaking News:

Berita Aceh Utara

Hilangkan Jejak, Pengedar Sabu Ini Hancurkan dan Buang HP Usai Berkomunikasi, Satu HP Satu Transaksi

Penyidik Satresnarkoba Polres Aceh Utara berhasil mengungkap strategi yang dimainkan dua bandar sabu-sabu di Aceh Utara dalam menghilangkan jejak.

Penulis: Jafaruddin | Editor: Saifullah
Foto Dok Polres Aceh Utara
Dua pria ditangkap personel Satuan Reserse Narkoba Polres Aceh Utara bersama 1,1 kilogram sabu. 

Laporan Jafaruddin I Aceh Utara 

SERAMBINEWS.COM, LHOKSUKON – Penyidik Satuan Reserse Narkoba Polres Aceh Utara berhasil mengungkap strategi yang dimainkan dua bandar sabu-sabu di Aceh Utara dalam menghilangkan jejak. 

 Keduanya adalah Muh (32), warga Desa Batu XII, Kecamatan Cot Girek, Aceh Utara dan Mar (30), warga Desa Meunasah Trieng MU, Kecamatan Lhoksukon.

Diberitakan sebelumnya, dua pria tersebut diamankan di sebuah rumah dalam kawasan Desa Meunasah Trieng MU, Kecamatan Lhoksukon, Aceh Utara pada Sabtu (9/5/2021).

Bersama kedua pelaku tersebut, polisi berhasil menyita barang buktiberupsa narkotika jenis sabu-sabu seberat 1,1 kilogram. 

Muh mengaku sudah lima kali menjual sabu-sabu dari pria tak dikenal atas suruhan Mar dengan jumlah total sekitar 5 kilogram. 

Baca juga: Cina Produksi Helikopter Siluman, Tak Terdeteksi Radar dan Suaranya Lebih Senyap

Baca juga: Masih Terus Berburu Pemain, Persiraja Pertahankan 9 Pemain Lama

Baca juga: Ikuti Peringatan Hari Lahir Pancasila Secara Virtual, Sekda Pakai Baju Adat Aceh

“Mar menyediakan HP (handphone) khusus dan nomor khusus kepada Muh dalam setiap bertransaksi sabu-sabu,” ujar Kapolres Aceh Utara, AKBP Tri Hadiyanto melalui Kasat Reserse Narkoba, Iptu Samsul Bahri kepada Serambinews.com, Selasa (1/6/2021). 

Disebutkan, HP yang digunakan Muh tersebut kemudian dirusak dan dibuang bersamaan dengan SIM card dalam HP tersebut.

Penghancuran telepon selular atau ponsel itu selalu dilakukan jika sudah menerima sabu-sabu dari orang yang sudah ditentukan oleh Mar. 

“Jadi satu HP hanya digunakan satu kali saja oleh Muh. Jika sudah selesai transaksi atau menerima sabu, HP dihancurkan,” kata Kasat Narkoba.

Kemudian untuk transaksi lagi berikutnya, Mar menyediakan HP yang baru dengan sim card yang baru atau nomor handphone yang baru lagi. 

Baca juga: Meski Hari Libur, ASN Lhokseumawe Wajib Pakai Lambang Korpri di Baju Saat Nongkrong di Kafe 

Baca juga: Kedatangan Aguero ke Barcelona Terselip Pro-Kontra, Partner Messi Ini Bisa Jadi Perusak Ruang Ganti

Baca juga: HRV dan Fortuner Antre Premium, Mobil Pikap Sayur Malah Isi Pertamax, Videonya Pun Viral

“Muh mengaku sudah lima kali bertransaksi sabu-sabu atas suruhan Mar, jadi sudah lima HP dirusak dan kemudian dibuang,” paparnya. 

Muh mengaku merusak HP dan membuangnya juga atas suruhan dari Mar. Menurut pengakuan Muh, hal tersebut dilakukan untuk menghilangkan jejak dari incaran polisi.(*) 

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved