Internasional
AS Peringatkan Ancaman Hizbullah, Stabilitas Lebanon Terus Terguncang
Pemerintah Amerika Serikat memperingatkan ancaman yang ditimbulkan oleh Hizbullah terhadap stabilitas Lebanon.
Departemen Keuangan mengatakan telah memasukkan Ibrahim Ali Daher, Kepala Unit Keuangan Pusat Hizbullah ke daftar hitam.
Dia masuk daftar teroris global yang ditunjuk secara khusus bersama enam orang lainnya.
Baca juga: Menuduh Negara Teluk Bawa ISIS ke Arab, Menteri Luar Negeri Lebanon Mengundurkan Diri
Mereka dituduh menggunakan sampul rekening pribadi di bank-bank Lebanon untuk menghindari sanksi yang menargetkan AQAH.
"Hizbullah terus menyalahgunakan sektor keuangan Lebanon," kata Andrea Gacki, direktur Kantor Pengawasan Aset Asing Departemen Keuangan.
"Mereka menguras sumber daya keuangan pada saat yang mengerikan ini," tambahnya.
Baca juga: Rusia Dukung Perdana Menteri Saad Hariri, Bentuk Pemerintahan Baru Lebanon, Akhiri Kebuntuan Politik
Departemen Keuangan AS juga memasukkan sejumlah nama terkait Hizbullah dan perusahaannya dalam daftar hitam.
Mereka terdiri dari Ahmad Mohamad Yazbeck, Abbas Hassan Gharib, Wahid Mahmud Subayti, Mostafa Habib Harb, Ezzat Youssef Akar, dan Hasan Chehadeh Othman.
AS membekukan aset apa pun yang mereka miliki.
Warga Amerika juga dilarang untuk berurusan dengan mereka.
Mereka yang terlibat dalam transaksi tertentu dengan individu yang ditunjuk juga berisiko terkena sanksi.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/kelompok-hizbullah-dukungan-iran-di-lebanon.jpg)