Berita Aceh Singkil
Lampu Babeleng Saksi Sejarah Kejayaan Maritim Singkil
Lampu Babeleng, warga Singkil, Kabupaten Aceh Singkil menyebut mercusuar yang terletak di tengah pemakaman umum Desa Pulau Sarok
Penulis: Dede Rosadi | Editor: Muhammad Hadi
Dahulu dari laut ke lampu Babeleng diperkirakan hanya berjarak 100 meter . Sementara saat ini laut sudah jauh diperkirakan mencapai 1 Km dari lampu babeleng.
"Dulu mulai dari Kilangan sampai Pulau Sarok, berada di pinggir laut. Di Desa Pasar, terdapat teluk. Sementara kapal bersandar di Pulau Sarok, itulah Lampu Babeleng mercuasarnya," kata H Ismail.
Lampu babeleng, banyak menyisakan kenangan bagi warga Singkil, yang lahir tahun 60-an.
Anak-anak remaja pada masa itu kerap memanjat ke atas mercusuar lampu Babeleng, untuk menikmati pemandangan dari atas.
Baca juga: Suami Pukul Wajah Istri dengan Mangkuk hingga Terluka, Tolak Diajak Tinggal Serumah Usai Lahiran
Apalagi lampu Babeleng tingginya sekitar 35 meter, sehingga pandangan ke bawah cukup jelas.
"Tahun 75-an saya suka manjat lampu babeleng. Enak rasanya melihat pemandangan dari atas," kata Anwar Tanjung (58).
Sepengetahuan Anwar Tanjung berubahnya sebagian Pulau Sarok, yang tadinya lautan menjadi daratan diperkirakan sebelum tahun 1975.
Sebab ketika dirinya memanjat lampu Babeleng laut sudah jauh.(*)
Baca juga: Wanita Pertama Terinfeksi Covid-19 Sedang Diburu Ilmuwan, China Dapat Tekanan Asal Usul Virus Corona
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/lampu-babeleng-atau-mercusuar-yang-dibangun-belanda.jpg)